Jakarta, Jumat sore kemarin, suasana di Istana Merdeka terasa berbeda. Bukan sekadar pertemuan diplomatik biasa, melainkan reuni dua sahabat lama. Presiden Prabowo Subianto menyambut kedatangan Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, untuk bersilaturahmi menyambut Lebaran.
Menurut Sekretaris Kabinet, Letkol Teddy Indra Wijaya, pertemuan itu berlangsung hangat. Sangat hangat.
"Sore hari ini, Jumat 27 Maret 2026, Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan sahabat lamanya yang juga Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, di Istana Merdeka, Jakarta. Suasana pertemuan berlangsung hangat,"
kata Teddy lewat unggahan di Instagram Sekretariat Kabinet.
Kedua pemimpin itu tak cuma sekadar bersalaman dan bertukar kabar. Mereka menghabiskan waktu sekitar tiga jam, dari pukul empat sampai tujuh malam. Obrolan mereka dalam dan substantif. Di tengah nuansa kekeluargaan Idulfitri, topik-topik berat pun dibedah. Mulai dari dinamika geopolitik yang memanas di Asia Barat, sampai isu-isu strategis lain yang jadi perhatian kedua negara.
"Dalam obrolan akrab itu, keduanya bersilaturahmi lebaran sekaligus berdiskusi mengenai dinamika geopolitik di Asia Barat, serta berbagai isu strategis yang menjadi perhatian bersama,"
jelas Teddy lagi.
Yang menarik, Prabowo menunjukkan sikap yang sangat personal di akhir pertemuan. Sebagai bentuk keakraban, Presiden secara langsung mengantar Anwar Ibrahim ke mobil. Mereka bahkan berangkat bersama dalam satu kendaraan yang sama menuju Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, tempat PM Malaysia bertolak pulang.
Kedatangan Anwar sendiri sudah disambut dengan penuh kehormatan lebih awal. Rombongannya tiba di Istana sekitar pukul 16.25 WIB, dikawal puluhan pasukan motor. Prabowo tak menunggu di dalam. Ia turun ke halaman, mendekati mobil tamunya, dan menyambut dengan jabat tangan erat di sisi kendaraan. Sebuah adegan sederhana yang bicara banyak soal kedekatan pribadi di antara mereka.
Pertemuan ini, meski berlabel kunjungan silaturahmi Lebaran, jelas punya bobot yang lebih. Di balik senyum dan obrolan akrab, dua pemimpin negara serumpun ini membicarakan masa depan kawasan. Dan itu semua berlangsung dalam balutan persahabatan yang sudah terjalin lama.
Artikel Terkait
11 Negara Siap Bertarung di Piala AFF U-19 2026, Indonesia Jadi Tuan Rumah Sekaligus Juara Bertahan
Israel Klaim Tewaskan 900 Anggota Hizbullah, Gencatan Senjata dengan Lebanon Dianggap Gagal
Bielsa Coret Luis Suarez dari Skuad Final Uruguay untuk Piala Dunia 2026
PERBASI Panggil Penyelenggara Campus League Usai Pemain Alami Retak Pelipis di Laga Semifinal