Heboh! PM Jepang Takaichi Dukung Trump Raih Nobel Perdamaian, Ini Alasannya

- Selasa, 28 Oktober 2025 | 10:48 WIB
Heboh! PM Jepang Takaichi Dukung Trump Raih Nobel Perdamaian, Ini Alasannya

PM Jepang Sanae Takaichi Akan Nominasikan Donald Trump untuk Nobel Perdamaian

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi berencana menominasikan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menerima Penghargaan Nobel Perdamaian. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyusul pertemuan bilateral antara kedua pemimpin negara di Tokyo.

Pujian untuk Upaya Perdamaian Donald Trump

Dalam pertemuan tersebut, Takaichi menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi Trump dalam menciptakan perdamaian dunia. "Dalam waktu yang singkat, dunia mulai menikmati lebih banyak perdamaian," ujar Takaichi seperti dikutip dari Reuters.

Perdana Menteri Jepang itu juga menambahkan, "Saya sendiri sangat terkesan dan terinspirasi oleh Anda, Pak Presiden," menunjukkan hubungan baik yang terjalin antara kedua pemimpin negara.

Dukungan AS untuk Jepang dan Pencapaian Bersejarah Takaichi

Di kesempatan yang sama, Presiden Trump memberikan pujian kepada Takaichi yang berhasil mencatatkan sejarah sebagai perempuan pertama yang menjabat Perdana Menteri Jepang. Trump menyebut pencapaian ini sebagai langkah besar.

Presiden AS juga menegaskan komitmen negaranya untuk memperkuat kemitraan dengan Jepang. "Apa pun yang bisa kami lakukan untuk membantu Jepang, kami akan ada di sana. Kemitraan kita berada di level terkuat," tegas Trump.

Penandatanganan Dokumen Kerja Sama AS-Jepang

Pertemuan ini ditutup dengan penandatanganan dua dokumen penting antara Amerika Serikat dan Jepang. Dokumen pertama adalah "golden age" kemitraan kedua negara, meskipun detail kesepakatan ini belum diungkapkan secara publik.

Dokumen kedua berupa kesepakatan kerangka kerja AS-Jepang yang fokus pada pengamanan pasokan mineral kritis dan tanah jarang, menunjukkan perluasan kerja sama di bidang ekonomi dan keamanan sumber daya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar