PM Jepang Sanae Takaichi Akan Nominasikan Donald Trump untuk Nobel Perdamaian
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi berencana menominasikan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menerima Penghargaan Nobel Perdamaian. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyusul pertemuan bilateral antara kedua pemimpin negara di Tokyo.
Pujian untuk Upaya Perdamaian Donald Trump
Dalam pertemuan tersebut, Takaichi menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi Trump dalam menciptakan perdamaian dunia. "Dalam waktu yang singkat, dunia mulai menikmati lebih banyak perdamaian," ujar Takaichi seperti dikutip dari Reuters.
Perdana Menteri Jepang itu juga menambahkan, "Saya sendiri sangat terkesan dan terinspirasi oleh Anda, Pak Presiden," menunjukkan hubungan baik yang terjalin antara kedua pemimpin negara.
Dukungan AS untuk Jepang dan Pencapaian Bersejarah Takaichi
Di kesempatan yang sama, Presiden Trump memberikan pujian kepada Takaichi yang berhasil mencatatkan sejarah sebagai perempuan pertama yang menjabat Perdana Menteri Jepang. Trump menyebut pencapaian ini sebagai langkah besar.
Presiden AS juga menegaskan komitmen negaranya untuk memperkuat kemitraan dengan Jepang. "Apa pun yang bisa kami lakukan untuk membantu Jepang, kami akan ada di sana. Kemitraan kita berada di level terkuat," tegas Trump.
Penandatanganan Dokumen Kerja Sama AS-Jepang
Pertemuan ini ditutup dengan penandatanganan dua dokumen penting antara Amerika Serikat dan Jepang. Dokumen pertama adalah "golden age" kemitraan kedua negara, meskipun detail kesepakatan ini belum diungkapkan secara publik.
Dokumen kedua berupa kesepakatan kerangka kerja AS-Jepang yang fokus pada pengamanan pasokan mineral kritis dan tanah jarang, menunjukkan perluasan kerja sama di bidang ekonomi dan keamanan sumber daya.
Artikel Terkait
Gempa Magnitudo 2,4 Guncang Cirebon, BMKG: Tak Berpotensi Kerusakan
560 Narapidana Lansia Terima Remisi Hingga Enam Bulan di Hari Lanjut Usia Nasional 2026
Polda Jateng Bekuk 105 Pelaku Kejahatan Jalanan Sepanjang Mei 2026
Peserta Paskibraka Sulsel yang Terseret Polemik Seleksi Dapat Beasiswa Penuh Kuliah di Luar Negeri