PAN: Genggaman Tangan Prabowo-Megawati Cermin Hubungan Sehat Antar Pemimpin Bangsa

- Selasa, 02 Juni 2026 | 10:50 WIB
PAN: Genggaman Tangan Prabowo-Megawati Cermin Hubungan Sehat Antar Pemimpin Bangsa

Momen kebersamaan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri yang terekam dalam genggaman tangan usai Upacara Hari Lahir Pancasila mendapat respons positif dari kalangan partai politik. Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Saleh Daulay, menilai gestur tersebut menjadi cerminan hubungan yang sehat dan hangat di antara para pemimpin bangsa.

“Momentum itu adalah potret yang sangat baik. Ada keakraban antarelite politik. Di tengah dinamika politik global dan lokal yang dinamis, semua pihak diharapkan menjaga keteduhan,” kata Saleh kepada wartawan, Selasa (2/6/2026).

Menurut Saleh, momen seperti ini penting untuk ditunjukkan kepada publik sebagai bentuk keteladanan. Ia menekankan bahwa hubungan antara Prabowo dan Megawati selama ini memang telah terjalin dengan baik, jauh sebelum momen kebersamaan tersebut tersorot kamera.

“Prabowo dan Megawati itu kan dekat. Setahu saya, mereka banyak mengambil jalan yang sama. Kalaupun ada perbedaan, komunikasi politik selalu terjalin. Karenanya, persoalan yang ada bisa dicarikan penyelesaiannya secara bijaksana,” ujarnya.

Saleh menambahkan, PAN menyambut baik jika seluruh tokoh politik dapat terus menjaga semangat kebersamaan. Ia mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini tidak bisa diselesaikan secara sektoral oleh satu pihak saja.

“PAN tentu ikut senang jika semua tokoh politik bergandeng tangan. Persoalan bangsa Indonesia masih banyak. Tidak bisa dikerjakan secara sektoral. Semua diharapkan ambil bagian. Karena masing-masing memiliki keahlian dan kontribusi yang dibutuhkan,” tuturnya.

Ia pun menegaskan bahwa kondisi politik nasional yang saat ini dinilai sangat baik harus dipertahankan. Menurutnya, kerja sama lintas partai menjadi kekuatan utama yang perlu dijaga ke depannya.

“Politik nasional kita kan sekarang sangat baik. Itu harus dipertahankan dalam bentuk kerja sama lintas partai. Ini kekuatan yang harus dipertahankan ke depan,” sambungnya.

Lebih lanjut, Saleh berharap soliditas yang terjalin di antara para pemimpin bangsa mampu memperkuat posisi Indonesia di tengah situasi geopolitik global yang penuh ketidakpastian. Ia optimistis, jika semua kekuatan politik bersatu, Indonesia justru akan dipandang sebagai negara yang kokoh.

“Malah sebaliknya, Indonesia dipandang sebagai negara kuat karena semua kekuatan politik yang ada bersatu padu dalam ikatan NKRI,” tuturnya.

Momen keakraban antara Prabowo dan Megawati terjadi saat keduanya menghadiri Upacara Hari Lahir Pancasila yang digelar di halaman Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2026). Wakil Presiden Gibran Rakabuming juga tampak hadir dalam upacara tersebut.

Usai upacara, suasana hangat kembali terlihat. Prabowo mulanya berbincang dengan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla serta Wakil Presiden ke-13 Ma’ruf Amin, sementara Megawati berada di belakang mereka. Ketika Prabowo mempersilakan para tokoh untuk berjalan lebih dulu, Megawati justru mengajak Prabowo berjalan bersama. Ia tampak menggandeng tangan Prabowo, dan keduanya pun melangkah sambil tertawa.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar