DPR Dukung Upaya Prabowo Jadi Mediator AS-Israel-Iran

- Selasa, 03 Maret 2026 | 11:15 WIB
DPR Dukung Upaya Prabowo Jadi Mediator AS-Israel-Iran

Dari gedung DPR, dukungan muncul untuk langkah Presiden Prabowo Subianto yang disebut-sebut akan menjadi mediator antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Wakil Ketua Komisi I DPR, Sukamta, menyatakan sikapnya itu. Baginya, upaya ini bukan cuma langkah diplomatik biasa, melainkan bagian dari amanat konstitusi kita untuk ikut menjaga perdamaian dunia.

"Sebagai orang yang bisa berkomunikasi dengan Trump dan Iran, saya kira patut kita dukung upaya Presiden tersebut," ujar Sukamta kepada awak media, Selasa (3/2/2026).

Ia menambahkan, "Ini juga bagian dari realisasi amanat konstitusi menjaga perdamaian dunia secara aktif."

Memang, situasi di kawasan itu sedang sangat panas. Sukamta mengakui, kondisi seperti ini jelas menempatkan Indonesia pada posisi yang tidak mudah. Namun begitu, ia meyakini bahwa langkah yang diambil Prabowo patut dicoba. "Walaupun kita tahu situasi memang sangat sulit, tetapi semua upaya positif dan konstruktif patut ditempuh," katanya lagi.

Di sisi lain, legislator dari PKS ini tak ragu menyuarakan kecamannya. Ia secara tegas mengecam agresi militer yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran. Menurut Sukamta, perang ini bukan cuma soal dua pihak yang bertikai, melainkan ancaman serius bagi stabilitas kawasan secara keseluruhan.

"Kami mengecam dan menolak agresi militer yang dilancarkan oleh Israel, dengan dukungan dan partisipasi Amerika, terhadap wilayah Iran," tegasnya.

"Perang harus dihentikan, karena Kami menilai ini sebagai eskalasi berbahaya yang mengancam keamanan dan stabilitas kawasan."

Lebih jauh, Sukamta menyoroti aspek hukum dari serangan ini. Ia menilai aksi tersebut sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan Piagam PBB, khususnya menyangkut kedaulatan sebuah negara. Setiap negara, tuturnya, punya hak penuh untuk mempertahankan wilayah dan kedaulatannya berdasarkan hukum yang berlaku.

Pandangannya tak berhenti di situ. Sukamta juga menyelipkan pesan untuk komunitas global. "Dunia internasional harus memastikan dan menjaga stabilitas di dalam negeri di Gaza dan memerangi praktik penipuan harga dan monopoli di tengah situasi kemanusiaan yang buruk," ucapnya, menyoroti dampak krisis yang lebih luas.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar