Di sisi lain, target serupa juga disampaikan oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Bahkan, ia sedikit lebih optimis. Purbaya menargetkan pertumbuhan ekonomi bisa menyentuh 6 persen sebelum semester kedua 2026 berjalan.
Menurutnya, target ini cukup realistis. Ia merujuk pada fundamental ekonomi yang kuat dan capaian pertumbuhan di tahun 2025. Beberapa indikator pun menunjukkan tren yang menggembirakan. Kepercayaan konsumen membaik, penjualan BBM naik, begitu pula konsumsi listrik di sektor industri. Tak ketinggalan, indeks PMI manufaktur yang tetap ekspansif belakangan ini.
"Kalau kami lihat momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat tahun 2025 akan terus berlanjut hingga tahun 2026," jelas Purbaya dalam acara Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026).
"Prediksi kami di triwulan pertama ekonomi bisa tumbuh antara 5,5 persen sampai 6 persen."
Jadi, kedua menteri ekonomi itu sepertinya sedang menyelaraskan langkah. Mereka berharap kombinasi antara momentum religius dan stimulus pemerintah bisa menjadi mesin pendorong yang ampuh di awal tahun depan. Sekarang, tinggal menunggu realisasinya di lapangan.
Artikel Terkait
Kejagung Geledah Puluhan Lokasi di Riau dan Medan Terkait Dugaan Korupsi Ekspor Limbah Sawit
Wamenkeu: APBN Fleksibel dan Siap Hadapi Gejolak Global
SKK Migas dan Investor Tandatangani FID, Proyek Gas Mako Masuk Tahap Implementasi
Dubes Iran Tegaskan Serangan Balasan ke Basis AS Sah Menurut Piagam PBB