Pemerintah Andalkan Ramadan dan Stimulus untuk Pacu Pertumbuhan Ekonomi 2026

- Senin, 02 Maret 2026 | 18:50 WIB
Pemerintah Andalkan Ramadan dan Stimulus untuk Pacu Pertumbuhan Ekonomi 2026

Di sisi lain, target serupa juga disampaikan oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Bahkan, ia sedikit lebih optimis. Purbaya menargetkan pertumbuhan ekonomi bisa menyentuh 6 persen sebelum semester kedua 2026 berjalan.

Menurutnya, target ini cukup realistis. Ia merujuk pada fundamental ekonomi yang kuat dan capaian pertumbuhan di tahun 2025. Beberapa indikator pun menunjukkan tren yang menggembirakan. Kepercayaan konsumen membaik, penjualan BBM naik, begitu pula konsumsi listrik di sektor industri. Tak ketinggalan, indeks PMI manufaktur yang tetap ekspansif belakangan ini.

"Kalau kami lihat momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat tahun 2025 akan terus berlanjut hingga tahun 2026," jelas Purbaya dalam acara Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

"Prediksi kami di triwulan pertama ekonomi bisa tumbuh antara 5,5 persen sampai 6 persen."

Jadi, kedua menteri ekonomi itu sepertinya sedang menyelaraskan langkah. Mereka berharap kombinasi antara momentum religius dan stimulus pemerintah bisa menjadi mesin pendorong yang ampuh di awal tahun depan. Sekarang, tinggal menunggu realisasinya di lapangan.

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar