Mayora Bangun Sepuluh Sumur untuk Fasilitas Kesehatan di Aceh Pascabencana

- Jumat, 30 Januari 2026 | 19:10 WIB
Mayora Bangun Sepuluh Sumur untuk Fasilitas Kesehatan di Aceh Pascabencana

Bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh beberapa waktu lalu memang menyisakan banyak persoalan. Salah satunya, akses terhadap air bersih. Nah, dalam upaya pemulihan itu, Mayora Group lewat dua brand andalannya, Le Minerale dan Teh Pucuk Harum, turun tangan dengan membangun fasilitas air bersih untuk masyarakat setempat.

Bantuannya konkret: sepuluh sumur baru. Lokasinya tak sembarangan, melainkan tersebar di sejumlah fasilitas kesehatan vital. Mulai dari rumah sakit, puskesmas, hingga kantor dinas kesehatan.

Victor Agustinus Tarigan, Head of Industrial Relations & General Affairs Mayora Group, menjelaskan alasan di balik program ini. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat dan dukungan terhadap layanan kesehatan adalah dua hal yang tak bisa dipisahkan pascabencana.

"Tujuan utama program bantuan fasilitas air bersih ini adalah untuk memenuhi kebutuhan harian masyarakat, sekaligus mendukung aktivitas penting di lokasi penerima manfaat, khususnya pelayanan kesehatan," kata Victor, Jumat (30/1/2026).

Pilihan membangun sumur bukan tanpa alasan. Pasca bencana, banyak sumber air warga yang rusak atau tercemar. Sumur dinilai sebagai solusi yang lebih berkelanjutan, bisa menyediakan air bersih untuk jangka panjang.

"Total bantuan sumur yang diberikan sebanyak 10 titik, yang tersebar di fasilitas kesehatan seperti RSUD, HEOC (Health Emergency Operation Center), Kantor Dinas Kesehatan, Puskesmas, serta Puskesmas Pembantu," jelasnya.

Lalu, mengapa fokusnya ke fasilitas kesehatan? Victor punya argumen kuat. Menurutnya, tempat-tempat seperti rumah sakit dan puskesmas adalah pusat layanan vital yang harus tetap berjalan optimal, terutama saat kondisi darurat.

"Ketersediaan air bersih di fasilitas kesehatan sangat krusial untuk mendukung pelayanan medis, menjaga kebersihan, dan mencegah penyebaran penyakit," ujar Victor.

Dalam pelaksanaannya, Mayora Group menggandeng pemerintah daerah dan pengelola lokal. Ini bagian dari komitmen tanggung jawab sosial mereka untuk mendukung pemulihan wilayah terdampak. Ke depan, sumur-sumur ini akan dikelola oleh mitra dan unit kesehatan setempat agar manfaatnya benar-benar berkelanjutan.

"Harapan kami, program bantuan air bersih ini dapat benar-benar membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari, terutama akses terhadap air bersih yang layak, aman, dan berkelanjutan dalam jangka panjang," pungkas Victor.

Di lapangan, bantuan ini sudah mulai terasa dampaknya. Herman, salah satu warga penerima manfaat, bercerita tentang kesulitan yang mereka alami. Beberapa minggu pascabencana, mendapatkan air bersih itu susah.

Kebutuhan sempat terbantu oleh kiriman air dari mobil tangki. Tapi ya itu, jumlahnya terbatas. Cuma sementara.

"Kita dapat kiriman beberapa mobil tangki. Beberapa minggu kita sempat terbantu oleh itu," kata Herman.

Namun begitu, situasi perlahan membaik setelah sumur dari Mayora berdiri. Airnya cukup bersih, kata Herman. Kini, warga bisa memakainya untuk keperluan sehari-hari.

"Tapi sekarang kita sudah ada dari Mayora sudah menyediakan sumur yang menghasilkan air yang lumayan lah, bersih. Bisa kita pakai untuk cuci pakaian dan membersihkan, terutama untuk membersihkan rumah," tuturnya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar