Bambang Soesatyo, atau yang akrab disapa Bamsoet, menyampaikan duka yang mendalam. Wakil Presiden ke-6 RI, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, telah berpulang. Bagi anggota DPR RI ini, almarhum bukan sekadar mantan panglima. Ia adalah sosok tentara yang pikirannya selalu tertuju pada masa depan bangsa. Hal-hal seperti Pancasila, keutuhan NKRI, dan arah konstitusi negara terus menjadi perhatiannya.
Di tengah hingar-bingar politik yang kerap dipenuhi kepentingan sesaat, Try Sutrisno justru tampil berbeda. Bamsoet menggambarkannya sebagai tokoh yang tenang, visioner, dan punya nyali untuk menyuarakan pemikirannya.
ujar Bamsoet dalam keterangannya, Senin (2/3/2026).
Pengalaman almarhum memang luar biasa. Sebagai Panglima ABRI dari 1988 hingga 1993, Try Sutrisno berada di pusat kancah sejarah Indonesia. Ia menyaksikan dan mengalami langsung masa-masa genting menjelang Reformasi 1998. Lalu, ada perubahan besar lainnya yang ia amati: amendemen UUD 1945 sebanyak empat kali antara 1999 dan 2002.
Perubahan konstitusi itu, kata Bamsoet, mengubah banyak hal fundamental. MPR tak lagi menjadi lembaga tertinggi negara. Sistem presidensial menguat dengan adanya pemilihan presiden langsung. Hubungan pemerintah dan DPR pun menjadi lebih seimbang, sementara sistem multipartai tumbuh begitu dinamis.
kata Bamsoet lagi.
Artikel Terkait
Gubernur Jateng Tinjau Gerakan Pangan Murah di Grobogan Jelang Lebaran 2026
Menko Pangan Tegaskan Impor Beras AS 1.000 Ton Hanya untuk Kebutuhan Khusus
Dua Pekerja Gondola Terjebak Badai di Surabaya, Satu Tewas
Wakapolda Riau Serukan Sinergi Seluruh Elemen Jaga Keamanan Ramadan