Momentum Ramadan dan Idulfitri tahun ini jadi andalan pemerintah untuk mendorong ekonomi. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan pertumbuhan bisa tersentak di kuartal pertama 2026, terutama lewat peningkatan daya beli masyarakat. Ia berharap angka minimal 5,5 persen bisa tercapai.
Rupanya, optimisme ini tak datang begitu saja. Di awal tahun, pemerintah sudah menyiapkan sejumlah stimulus. Tujuannya jelas: mendongkrak konsumsi rumah tangga yang selama ini jadi penopang utama.
"Dalam waktu singkat ada THR, baik itu untuk pegawai negeri, swasta, maupun yang lain," ujar Airlangga dalam sebuah forum diskusi ekonomi di Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026).
Ia lalu merinci bantuan-bantuan yang digelontorkan. Mulai dari diskon tiket transportasi buat mudik, bantuan beras 10 kilogram, hingga minyak goreng dua liter yang disalurkan ke lebih dari 35 juta keluarga.
"Nah, stimulus ini diharapkan kuartal pertama kita bisa gejot perekonomian. Kita tahu selama bulan Ramadan ataupun di bulan puasa konsumsi akan meningkat," tambahnya penuh keyakinan.
Artikel Terkait
Kejagung Geledah Puluhan Lokasi di Riau dan Medan Terkait Dugaan Korupsi Ekspor Limbah Sawit
Wamenkeu: APBN Fleksibel dan Siap Hadapi Gejolak Global
SKK Migas dan Investor Tandatangani FID, Proyek Gas Mako Masuk Tahap Implementasi
Dubes Iran Tegaskan Serangan Balasan ke Basis AS Sah Menurut Piagam PBB