“Trump telah menjerumuskan Timur Tengah ke dalam kekacauan dengan fantasi khayalannya. Dia sekarang takut akan lebih banyak korban jiwa dari pihak Amerika,” tulis Larijani.
Tak berhenti di situ, ia juga menuding Trump mengkhianati janji kampanyenya sendiri. “Dia mengubah slogan 'America First' yang ia ciptakan menjadi 'Israel First' dan mengorbankan tentara Amerika demi ambisi Israel yang haus kekuasaan,” katanya lagi. Kritiknya tajam, penuh nada frustrasi yang khas.
Di sisi lain, situasi di lapangan memang sudah memanas. Menanggapi pembunuhan Khamenei, Iran diketahui telah melancarkan serangan balasan besar-besaran. Sasaran mereka tidak hanya Israel, tetapi juga sejumlah pangkalan militer AS yang tersebar di berbagai titik di Timur Tengah. Aksi ini semakin mengukuhkan ketegangan yang sudah nyaris tak terbendung.
Jadi, klaim media AS tentang pembicaraan damai? Larijani sudah menepisnya habis. Lewat kata-kata keras dan serangan militer yang nyata, Iran sepertinya sedang menyampaikan pesan yang gamblang: tidak ada ruang untuk dialog, setidaknya untuk saat ini.
Artikel Terkait
DEN: Ketegangan Timur Tengah Berpotensi Picu Lonjakan Harga Minyak Global
Jadwal Buka Puasa Bekasi 2 Maret 2026: Magrib 18.13 WIB di Kabupaten, 18.14 WIB di Kota
Kemenkes Targetkan Turunkan Kematian Kanker Payudara 2,5% Per Tahun lewat RAN 2025-2034
Serangan Drone Iran Paksa Penutupan Kilang Minyak Terbesar Saudi Aramco