Polri Prediksi 143,9 Juta Orang Bakal Mudik Lebaran 2026

- Senin, 02 Maret 2026 | 16:45 WIB
Polri Prediksi 143,9 Juta Orang Bakal Mudik Lebaran 2026

Usai rapat koordinasi di STIK-PTIK Lemdiklat Polri, Senin lalu, Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo membeberkan prediksi pergerakan mudik Lebaran tahun depan. Angkanya luar biasa besar, meski ada sedikit penurunan.

“Dari hasil survei Menteri Perhubungan, tadi sudah disampaikan oleh Pak Menteri Perhubungan, bahwa potensi pergerakan masyarakat di libur Lebaran tahun 2026 ini sebesar 143,9 juta orang,”

Begitu penjelasan Dedi di depan wartawan. Rapat yang digelar di Auditorium Mutiara itu memang membahas persiapan menyambut arus mudik Idul Fitri 1447 H.

Nah, kalau dibandingin dengan realisasi tahun 2025, angka itu turun sekitar 1,75 persen. Tapi jangan salah, 143,9 juta orang tetap bukan jumlah main-main. Polri jelas enggak bisa lengah.

“Angka tersebut menurun bila dibandingkan tahun 2025 sebesar 2,57 orang atau 1,75 persen,”

sambungnya.

Maka itu, Operasi Ketupat 2026 sudah disiapkan. Operasi bakal berlangsung 13 hari penuh, dari tanggal 13 sampai 25 Maret tahun depan. Soal puncak arus, polisi memprediksi ada dua gelombang. Yang pertama kemungkinan besar terjadi pada 14-15 Maret. Sedangkan gelombang kedua menyusul di tanggal 18-19 Maret waktunya beririsan dengan libur Hari Raya Nyepi.

Di sisi lain, persiapan teknis juga digeber. Beragam rekayasa lalu lintas bakal diterapkan, mulai dari sistem satu arah, contraflow, sampai ganjil-genap. Buat yang lewat pelabuhan, delaying system juga disiapkan. Intinya sih, biar perjalanan mudik dan balik lancar jaya.

Untuk mengawal semua itu, sebanyak 161.243 personel gabungan akan dikerahkan. Mereka tak cuma menjaga jalanan, tapi juga mengamankan pusat keramaian dan titik-titik vital lain selama periode mudik. Jadi, meski jumlah pemudik diprediksi turun sedikit, pengamanannya tetap maksimal.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar