DEN: Ketegangan Timur Tengah Berpotensi Picu Lonjakan Harga Minyak Global

- Senin, 02 Maret 2026 | 16:40 WIB
DEN: Ketegangan Timur Tengah Berpotensi Picu Lonjakan Harga Minyak Global

Konflik geopolitik di Timur Tengah, sekali lagi, mengguncang pasar energi global. Menyusul ketegangan antara AS dan Israel dengan Iran, harga minyak dunia berpotensi melonjak. Situasi ini tentu bikin was-was banyak negara, terutama yang masih sangat bergantung pada impor minyak mentah.

Menurut Septian Hario Seto, anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN), dampak utamanya memang akan dirasakan melalui saluran energi. “Secara umum, dampaknya ke seluruh negara. Transmisinya nanti akan mungkin dilihat dari harga energi,” ujarnya.

Dia menambahkan, negara-negara yang impor minyaknya tinggi bakal paling rentan terdampak gejolak ini.

Namun begitu, Indonesia dinilai punya sedikit ‘modal’ untuk menghadapinya. Seto yang ditemui Senin lalu menegaskan, kita cukup beruntung karena persiapan sudah dimulai dari awal. Strategi mengurangi ketergantungan pada impor energi, termasuk lewat pengembangan biodiesel, disebutnya sebagai langkah mitigasi yang efektif.

“Dari awal kan kita sudah coba kurangi dependensi terhadap impor. Salah satunya biodiesel dan kebijakan lainnya. Itu sudah satu langkah mitigasi,” tutur Seto.

Di sisi lain, dia mengingatkan agar kita tak langsung panik. Kenaikan harga perlu dilihat dari sisi keberlanjutannya. Berdasarkan kejadian serupa sebelumnya seperti perang Rusia-Ukraina atau serangan Israel ke Iran tahun lalu lonjakan harga seringkali bersifat sementara. Spike, lalu turun lagi.

“Jadi kita lihat lah. Kalau nanti Selat Hormuz ditutup, ya mungkin itu akan cukup problematik. Tapi ya kita pantau perkembangannya. Mari kita doakan ada jalan damai,” pungkasnya.

Jadi, di tengah ketidakpastian global, kebijakan biodiesel dalam negeri setidaknya memberi kita sedikit ruang bernapas. Tidak sepenuhnya kebal, tapi tidak juga terjebak tanpa persiapan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar