"Impian Pemerintah AS yang bermusuhan untuk menelan Republik Islam Iran serta memaksanya tunduk, tidak akan pernah terwujud," begitu bunyi pernyataan mereka, penuh keyakinan.
Lalu, bagaimana tanggapan Washington? Hening. Sampai berita ini ditulis, belum ada respons resmi yang menanggapi langsung klaim tewasnya agen CIA dan ratusan tentara itu. Suasananya jadi makin mencekam.
Namun begitu, Pentagon sebelumnya hanya mengakui tiga tentaranya tewas dalam serangan balasan Iran. Itu pun sudah dianggap sebagai korban pertama AS sejak konflik memanas akhir pekan lalu.
“Beberapa lainnya mengalami luka ringan akibat pecahan peluru dan gegar otak, dan sedang dalam proses dipulangkan kembali bertugas,” ujar Komando Pusat AS (Centcom) lewat sebuah pernyataan daring.
Mereka menambahkan, “Operasi tempur utama terus berlanjut dan upaya respons kami sedang berlangsung.”
Jadi, ada kesenjangan besar antara klaim Iran dan pengakuan resmi AS. Yang satu bicara ratusan korban, yang lain hanya menyebut tiga. Fakta sebenarnya mungkin ada di tengah-tengah, tersembunyi di balik kabut perang dan propaganda dari kedua belah pihak.
Artikel Terkait
Nvidia Siapkan Platform Chip Baru untuk Genjot Kecepatan AI, Diduga Libatkan Teknologi Groq
Imsak Jakarta 2 Maret 2026 Pukul 04.33 WIB, Subuh 04.43 WIB
Gubernur DKI Targetkan LRT Velodrome-Manggarai Beroperasi Normal 2024-2025
Kevin Diks Cetak Gol Penalti Akhir, Bawa Gladbach Hentikan Tren Buruk