TEHERAN Laporan dari media Iran mengklaim enam perwira senior CIA tewas dalam serangan yang dilancarkan Iran di Uni Emirat Arab. Kabar ini, jika terbukti, bakal jadi pukulan telak bagi badan intelijen AS di kawasan itu. Dua agen lainnya disebutkan mengalami luka-luka.
Di sisi lain, pernyataan resmi dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) jauh lebih luas jangkauannya. Mereka menyatakan serangkaian serangan terhadap pangkalan militer AS di Timur Tengah telah menimbulkan korban jiwa yang signifikan. Menurut mereka, fasilitas AS di Bahrain, Qatar, Irak, UEA, dan Kuwait jadi sasaran.
"Fasilitas militer AS di Bahrain diserang oleh dua rudal balistik," bunyi pernyataan IRGC yang dikutip media.
Pernyataan itu menambahkan, "Serangan tanpa henti sejauh ini mengakibatkan 560 tentara AS tewas atau luka."
Tak hanya rudal, serangan drone juga dilaporkan menghantam pangkalan angkatan laut AS di Bahrain. Klaimnya, pusat komando dan dukungan militer mengalami kerusakan serius. Operasional pangkasan di Kuwait, termasuk Lanal Ali Al Salem, disebut lumpuh akibat gempuran ini.
Gelombang klaim dari Teheran ini disusul pernyataan keras dari diplomatnya di PBB. Misi Tetap Iran menegaskan Amerika Serikat takkan pernah sanggup mengalahkan Iran.
Artikel Terkait
Nvidia Siapkan Platform Chip Baru untuk Genjot Kecepatan AI, Diduga Libatkan Teknologi Groq
Imsak Jakarta 2 Maret 2026 Pukul 04.33 WIB, Subuh 04.43 WIB
Gubernur DKI Targetkan LRT Velodrome-Manggarai Beroperasi Normal 2024-2025
Kevin Diks Cetak Gol Penalti Akhir, Bawa Gladbach Hentikan Tren Buruk