Eskalasi konflik di Timur Tengah memang bikin was-was, terutama buat jamaah umroh kita yang masih ada di sana. Kabar baiknya, pemerintah lagi bergerak cepat untuk urusan ini. Dahnil Anzar Simanjuntak, sang Wakil Menteri Haji dan Umrah, memastikan bahwa jamaah yang tertunda pulang karena situasi perang bakal dapat jaminan.
Lewat sebuah video pernyataan di Instagram resmi kementeriannya pada Minggu (1/3/2026), Dahnil menjelaskan langkah-langkah yang diambil. Intinya, nggak usah panik dulu.
"Kalau penerbangan menunda kepulangan, maka maskapai penerbangan sudah berkomitmen untuk menyediakan penginapan sementara," ujar Dahnil.
Tak cuma itu. Soal visa yang mau habis masa berlakunya juga sudah ada solusinya. Pemerintah Arab Saudi, kata dia, bakal menyediakan perpanjangan visa. Jadi, urusan administrasi seharusnya nggak jadi kendala besar buat mereka yang terdampar.
Di sisi lain, upaya memulangkan jamaah juga terus diprioritaskan. Dahnil menegaskan, Kemenag dan Kemlu bakal memfasilitasi dan memberi informasi yang jelas kepada jamaah yang masih berada di Tanah Suci. Koordinasi antara kedua kementerian ini digenjot terus.
"Dan memastikan maskapai, penerbangan, pihak hotel dan sebagainya untuk melindungi dan memfasilitasi semua kebutuhan jamaah di Tanah Suci," tegasnya.
Artikel Terkait
Ketegangan AS-Iran Ganggu Pengiriman Emas Dubai, Harga Meroket
Imsak Bogor Hari Ini Pukul 04.33 WIB, Subuh 04.43 WIB
Serangan AS-Israel Tewaskan Mantan Presiden Iran Ahmadinejad
Presiden Iran Ancam Balas Dendam ke AS dan Israel Usai Kematian Khamenei