Ia menyoroti perubahan mekanisme penyaluran tunjangan yang langsung dirasakan para pendidik. Dulu, dananya ditransfer dulu ke daerah. Sekarang, sejak tahun lalu, Presiden memberi instruksi agar penyalurannya dilakukan langsung ke rekening guru setiap bulannya. “Dan sudah berjalan,” tegasnya.
Sebelum menyinggung soal guru, Teddy sebenarnya sudah lebih dulu meluruskan isu lain yang tak kalah panas. Ia membantah keras kabar yang menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) bakal memotong porsi anggaran pendidikan. Isu itulah yang kemudian merembet ke tuduhan bahwa sekolah dan guru tak lagi jadi perhatian.
“Kemudian anggarannya, anggaran pendidikan ini sudah disepakati bersama oleh DPR pemerintah termasuk Badan Anggaran DPR tahun lalu pada September kalau tidak salah untuk digunakan di 2026 termasuk isi dan peruntukan dari anggaran pendidikan ini itu ya,” papar Teddy panjang lebar.
Lalu, apa hubungannya dengan program MBG? Teddy punya jawaban singkat dan jelas.
“Kemudian pertanyaannya adalah apakah program makan bergizi ini mengurangi program pendidikan? Oke, saya jawab tidak.”
Penegasan itu ia tutupkan untuk mengakhiri penjelasannya. Intinya, dari dua isu besar tersebut, pemerintah merasa telah mengambil langkah konkret. Terutama untuk meredam kegelisahan yang dirasakan oleh para guru di tanah air.
Artikel Terkait
Pemprov NTB dan ITDC Bahas Penanganan Banjir Terpadu di KEK Mandalika
Deva Mahenra Pulang ke Makassar untuk Antar Nenek ke Peristirahatan Terakhir
Sahur On The Road Bisa Diisi Kegiatan Bermakna, Ini 5 Ide Alternatif
KPK Geledah Rumah Mantan Pj Sekda Pati untuk Perkuat Kasus Pemerasan Bupati