Video Lawas Aurelie Moeremans Ungkap Pernikahan Dipaksa Roby Tremonti

- Senin, 19 Januari 2026 | 03:50 WIB
Video Lawas Aurelie Moeremans Ungkap Pernikahan Dipaksa Roby Tremonti

JAKARTA Sebuah video lawas Aurelie Moeremans tiba-tiba ramai lagi. Isinya cukup mengejutkan: sang artis mengaku dipaksa menikah oleh Roby Tremonti. Ungkapan itu langsung memicu gelombang perbincangan di linimasa.

Memang, kisah masa lalu Aurelie belum benar-benar reda. Selain isu child grooming yang dampaknya masih terasa, momen pernikahannya dengan Roby pun terus disorot. Kali ini, perhatian tertuju pada pengakuannya soal paksaan itu.

Dalam video yang beredar itu, Aurelie bercerita kalau ancaman serius yang diterimanya membuatnya tak punya pilihan. Meski begitu, ia tak merinci bentuk ancaman tersebut.

Lantas, seperti apa sebenarnya pengakuan lengkapnya?

Cuplikan video yang viral itu menunjukkan Aurelie sedang berbicara blak-blakan. Ia menuturkan, Roby disebut menunggunya sejak usia 16 hingga 18 tahun hanya untuk bisa menikahinya. “Aku gak tahu itu,” ujarnya.

“Jadi, waktu aku 18 tahun, disuruh ketemu dia. Kami ketemu di mal Semanggi dan ternyata dia bawa pengacara dua,” lanjut Aurelie dalam video yang dikutip Minggu (18/1/2026) itu.

Ia pun bertanya, buat apa pengacara dibawa? Roby konon menjawab singkat: buat nikah. Aurelie spontan menolak. “Hah, aku belum mau,” katanya.

Namun begitu, respons Roby justru penuh amarah. Aurelie mengaku mendapat ancaman yang membuatnya akhirnya menyerah.

“Terus dia kayak marah-marah, dia ngancem-ngancem, ‘Aku sudah nunggu dua tahun ini, ya sudah nanti kamu tahu sendiri kalau kamu nolak aku ngapain’. Ya sudahlah (mau nikah),” kenang Aurelie.

Cerita pahit ini sebenarnya bukan hal baru. Seluruh pengalaman hidupnya, termasuk perlakuan child grooming yang ia alami, sudah dituangkan dalam buku “Broken Strings” yang juga sempat viral beberapa waktu lalu. Buku itulah yang mengungkap banyak hal, termasuk detil pernikahan yang dipaksakan itu.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar