Dua siswa SMA 1 Semarang baru saja menorehkan prestasi membanggakan. Adfa Fauzana Maheswara, yang akrab disapa Zano, dan Ruha Khayyana Syakira, berhasil membawa pulang medali emas dari Indonesian Science Project Olympiad (ISPO) 2026 di Jakarta. Kemenangan ini bukan sekadar piala, tapi juga tiket untuk berlaga di kompetisi penelitian ilmiah tingkat dunia di Rochester Institute of Technology, New York, Amerika Serikat, pada Juni mendatang.
Rahasia kesuksesan mereka? Sebuah penelitian tentang buah gayam. Ya, buah yang biasa kita temui dan diolah jadi keripik itu, ternyata punya potensi luar biasa. Keduanya berhasil memformulasikan ekstrak biji gayam menjadi obat herbal antidiabetes. Penelitian berjudul ‘Nano Formulasi Ekstrak Biji Gayam (Inocarpus fagiferus) untuk Mitigasi Hiperglikemia’ itu berhasil mengalahkan 40 finalis lainnya setelah melalui seleksi ketat dari ribuan peserta.
“Kami meneliti sejak tahun lalu, selama enam bulan, termasuk uji laboratorium, buah gayam mengandung senyawa-senyawa bioaktif yang efektif menurunkan kadar gula dalam darah yang signifikan,” ujar Zano saat ditemui di rumahnya di Banyumanik, Semarang, Rabu lalu.
Menurutnya, proses penelitian tidak mudah. Mereka dibimbing oleh guru sekolah, Martin Wibowo, dan seorang profesor. Ekstrak itu bahkan sudah diujicobakan pada tikus selama 14 hari berturut-turut, dan hasilnya cukup meyakinkan: kadar gula darah turun secara signifikan. Tak main-main, formula anti-diabetes berbentuk cairan nanoformulasi ini bahkan sudah dipatenkan di Kementerian Hukum RI pada pertengahan Januari lalu.
Di sisi lain, latar belakang masalah yang mereka angkat sangat relevan. Zano menyebut data yang mencengangkan: pengidap diabetes di Indonesia pada 2024 mencapai 10 juta orang, dan diprediksi melonjak jadi 16 juta pada 2045. Angka itu yang mendorong mereka untuk serius dengan penelitian ini.
Ruha, sang partner, punya harapan besar. “Kami pengin banget bisa memaparkan hasil penelitian ini di Amerika Serikat di Genius Olympiad, selain membawa nama Indonesia juga nama SMA dan Kota Semarang, new experiences juga buat kami,” tuturnya dengan semangat.
Artikel Terkait
IKI Februari 2026 Sentuh Level Tertinggi Kedua, Mayoritas Subsektor Masih Ekspansi
Pemerintah Godok RUU Kewarganegaraan, Syarat Jadi dan Lepas WNI Diperketat
Kapolri Listyo Sigit Prabowo Minta Maaf atas Gesekan Polisi-Masyarakat
Dr. Tifa Luncurkan Buku Otak Politik Jokowi Hasil Riset Neuropolitika