Lalu bagaimana dengan transportasi laut? Pelabuhan Tanjung Priok dan Tanjung Perak menjadi yang utama. Namun, yang paling fantastis justru terjadi di selat. Lintas penyeberangan Merak-Bakauheni diprediksi akan dilewati oleh 6,06 juta orang! Angka yang sungguh luar biasa.
Nah, untuk mengantisipasi semua ini, pemerintah sudah menyiapkan armada yang tak main-main. Untuk darat, tersedia 31 ribu unit bus. Transportasi laut didukung 829 kapal, sementara penyeberangan disiapkan 255 unit kapal khusus. Di udara, ada 392 pesawat yang siap terbang, dan kereta api didukung oleh 3.821 unit sarana yang tersebar di 668 stasiun. Persiapan yang terlihat cukup masif.
Dari mana saja sebenarnya arus mudik ini berasal? Menurut survei Badan Kebijakan Transportasi, pemudik paling banyak berasal dari Jawa Barat, sekitar 30,97 juta orang. Disusul oleh DKI Jakarta dan Jawa Timur. Namun begitu, tujuan mereka sebagian besar terpusat di Jawa Tengah, yang diprediksi akan menerima 38,71 juta orang. Jawa Timur dan Jawa Barat juga menjadi tujuan favorit berikutnya.
Proyeksi ini, meski hanya angka di atas kertas, sudah menggambarkan betapa besarnya ritual tahunan mudik lebaran. Pemerintah sepertinya sudah bersiap. Tinggal menunggu eksekusi di lapangan nanti.
Artikel Terkait
BMKG Waspadakan Potensi Cuaca Ekstrem di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
156 Karyawan KEK Industropolis Batang Diberangkatkan ke China untuk Pelatihan Teknis
Waktu Buka Puasa di Bekasi Hari Ini Seragam, Jadwal Isya Berbeda
Menteri Perdagangan: Koperasi Desa Bukan Ancaman, Tapi Mitra Ritel Modern