Lalu, bagaimana cara mengenalinya? Beberapa tanda mencurigakan patut diwaspadai. Perhatikan alamat email pengirim, apakah aneh atau tidak resmi. Hati-hati dengan sapaan umum seperti “Pelanggan yang Terhormat”. Biasanya ada nada mendesak dalam pesannya, seolah-olah ada hal genting yang harus segera ditindaklanjuti. Tautan yang diberikan juga seringkali mirip situs resmi, tapi alamatnya berbeda tipis.
BNI pun mengimbau nasabah untuk proaktif. Selalu periksa sumber pengirim pesan. Jangan asal buka lampiran dari pengirim tak dikenal. Aktifkan fitur autentikasi dua faktor (2FA) dan buat kata sandi yang kuat jangan pakai yang itu-itu melulu.
Dia menambahkan poin krusial: data pribadi, PIN, password, dan kode OTP adalah rahasia mutlak. Jangan pernah membagikannya kepada siapapun, sekalipun yang mengaku dari bank. Kalau nemui hal mencurigakan, laporkan segera ke [email protected].
BNI juga menegaskan, semua informasi resmi hanya disalurkan lewat kanal resmi mereka. Sebut saja BNI Call 1500046, akun Instagram @bni46, atau akun X @BNI dan @BNICustomerCare. Untuk pengaduan penipuan yang melibatkan rekening BNI, masyarakat bisa hubungi Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) OJK lewat situs mereka.
Pada akhirnya, keamanan digital ini tanggung jawab bersama. Bank punya sistem, tapi kewaspadaan nasabah di ujung tangan juga kunci utama. Dengan literasi yang baik dan sikap hati-hati, dana masyarakat termasuk THR yang dinanti bisa lebih terjaga dari ancaman kejahatan siber yang terus berubah bentuk.
Artikel Terkait
China Larang Ekspor ke 20 Perusahaan Jepang, Sebut Ancaman Keamanan Nasional
Anthropic Tuduh Tiga Perusahaan AI China Curi Data untuk Latih Model
Indonesia dan Arm Jalin Kerja Sama Strategis untuk Kuasai Teknologi Desain Chip
Menhub Proyeksikan Puncak Mudik Lebaran 2026 pada 18 Maret