Anthropic, perusahaan AI ternama asal Amerika Serikat, baru-baru ini melontarkan tuduhan serius. Mereka menuding tiga raksasa teknologi China DeepSeek, Moonshot AI, dan Minimax telah melakukan pencurian data secara besar-besaran. Tuduhan ini tentu saja langsung memicu gelombang perdebatan di industri.
Inti masalahnya, menurut Anthropic, terletak pada teknik yang disebut distilasi. Singkatnya, ketiga perusahaan China itu dituding memanfaatkan output dari chatbot Claude, ciptaan Anthropic, untuk melatih dan meningkatkan sistem AI mereka sendiri. Caranya? Dengan cara yang ilegal. Praktik ini bukan cuma dianggap curang, tapi juga sebuah pencurian kekayaan intelektual yang terstruktur.
"Praktik ini semakin intensif dan canggih,"
begitu bunyi pernyataan resmi Anthropic. Mereka khawatir, model AI yang dibangun lewat jalan pintas seperti ini kemungkinan besar mengabaikan fitur-fitur pengamanan penting. Fitur yang justru dirancang untuk mencegah penyalahgunaan teknologi.
Artikel Terkait
Bank Woori Saudara Genjot Pertumbuhan Bisnis Lewat Strategi Kemitraan
China Larang Ekspor ke 20 Perusahaan Jepang, Sebut Ancaman Keamanan Nasional
Indonesia dan Arm Jalin Kerja Sama Strategis untuk Kuasai Teknologi Desain Chip
Menhub Proyeksikan Puncak Mudik Lebaran 2026 pada 18 Maret