Liverpool kondisinya sedikit lebih berat. The Reds sudah dua kali kalah di tahun 2026. Meski begitu, mereka berusaha bangkit dengan dua kemenangan tandang beruntun atas Sunderland dan Nottingham Forest.
Nah, dengan tren positif ini, peluang juara mulai jadi perbincangan. Di bawah asuhan Carrick, Manchester United seperti menemukan rohnya kembali. Dari tercecer di papan tengah, mereka kini sudah bercokol di posisi empat klasemen dengan 48 poin.
Memang, jarak dengan Arsenal di puncak masih 13 poin. Tapi, ada satu hal krusial: United punya satu laga yang masih tertunda. Kalau pertandingan sisa itu dimenangkan, selisihnya bisa menyusut jadi hanya sepuluh poin.
Sejarah juga bicara. Arsenal dulu pernah gagal mempertahankan keunggulan belasan poin di puncak klasemen. Soal peluang, peluang itu selalu ada. Pertanyaannya sekarang, apakah ini akhirnya jadi tahun kebangkitan Setan Merah? Waktu yang akan menjawab.
Artikel Terkait
Prabowo Tegaskan Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu untuk Jaga Kekayaan Negara
Pemerintah Tegas Jaga Rasio Utang di 40% Meski Aturan Izinkan 60%
Kemenhaj Godok Wacana War Ticket untuk Hapus Antrean Panjang Haji
Presiden Prabowo Lantik Andi Rahadian Jadi Dubes RI untuk Oman dan Yaman