Mantan Agen CIA Klaim Trump Siap Serang Iran Pekan Depan di Tengah Jalur Diplomasi Aktif

- Senin, 23 Februari 2026 | 06:30 WIB
Mantan Agen CIA Klaim Trump Siap Serang Iran Pekan Depan di Tengah Jalur Diplomasi Aktif

Di tengah ketegangan yang memanas, jalur diplomasi ternyata tetap aktif. Menteri Luar Negeri Oman, Badr Al Busaidi, secara resmi mengonfirmasi bahwa negosiasi nuklir AS-Iran telah dijadwalkan ulang.

“Dengan senang hati saya konfirmasi negosiasi AS-Iran dijadwalkan di Jenewa pada Kamis ini, dengan dorongan positif untuk melangkah lebih jauh menuju penyelesaian kesepakatan,” jelas Al Busaidi melalui sebuah pernyataan.

Konfirmasi dari Oman ini memberikan gambaran yang kontras dengan prediksi serangan militer, menunjukkan dua skenario yang sangat berbeda sedang dipersiapkan secara hampir bersamaan.

Posisi Tegas Iran Soal Program Nuklir

Beberapa jam sebelum pengumuman dari Oman, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi telah menyampaikan sikap negaranya. Araghchi menegaskan kesiapan Iran untuk menerapkan mekanisme pemantauan penuh guna membuktikan sifat damai program nuklirnya. Namun, ia bersikukuh bahwa pengayaan uranium harus tetap dilakukan di dalam negeri, sebuah isu yang ia sebut menyangkut martabat bangsa.

“Kami mengembangkan teknologi ini, hasil karya para ilmuwan kami, dan itu sangat berharga bagi kami karena telah menciptakannya. Kami telah membayar biaya harga mahal untuk itu,” tegas Araghchi.

Pernyataan ini mencerminkan posisi negosiasi Teheran yang kompleks, di mana aspek teknis pengayaan uranium telah menyatu dengan narasi nasionalisme dan harga diri, sehingga menyulitkan pencapaian kompromi.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar