Di sisi lain, proyek ini bukan sekadar urusan konstruksi biasa. Ada harapan besar yang disematkan. Fandy menambahkan, pembangunan L-SSIT ini diharapkan bisa mendukung penguatan riset dan pengembangan teknologi di lingkungan kampus Udayana, khususnya untuk bidang teknologi terintegrasi. Dia meyakini, fasilitas laboratorium yang representatif adalah kunci untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan mendorong inovasi.
Sebenarnya, bagi WSBP, proyek di sektor pendidikan bukanlah hal yang baru. Portofolio mereka sudah mencakup beberapa pekerjaan serupa. Sebut saja pembangunan Mess Kadet & Laboratorium Universitas Pertahanan di Sentul, proyek UNIPI PERSIS di Bandung, dan pembangunan Politeknik Negeri Madura (POLTERA) yang masih berlangsung hingga kini.
"Proyek ini menjadi capaian penting," kata Fandy menegaskan.
"Ini memperkuat posisi WSBP sebagai penyedia jasa konstruksi yang dipercaya untuk menangani proyek-proyek di sektor Pendidikan," imbuhnya.
Terlepas dari proyek baru ini, komitmen perusahaan tetap sama. WSBP menyatakan akan terus mengedepankan tata kelola yang baik dalam setiap pekerjaannya. Prinsipnya, semua harus berjalan efektif, efisien, dan tentu saja memenuhi standar kualitas tertinggi agar manfaatnya bisa dirasakan secara berkelanjutan.
Artikel Terkait
Pemerintah Fokuskan Distribusi Motor Listrik untuk Dukung Program Gizi di Daerah Terpencil
Pemerintah dan Arab Saudi Pastikan Haji 2026 Aman dan Biaya Turun Rp2 Juta
Pemerintah Jamin Biaya Haji 2026 Tak Naik Meski Ada Dampak Konflik Timur Tengah
Pemerintah Alokasikan Rp1,77 Triliun APBN untuk Tanggung Kenaikan Biaya Haji Akibat Lonjakan Avtur