Pemerintah Targetkan Defisit APBN 2026 Maksimal 2,68%, BI Fokus Kendalikan Inflasi

- Sabtu, 21 Februari 2026 | 10:20 WIB
Pemerintah Targetkan Defisit APBN 2026 Maksimal 2,68%, BI Fokus Kendalikan Inflasi

“Kebijakan tersebut ditujukan untuk menopang pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan menjaga daya beli masyarakat,”

seperti dikutip dari laman resmi BI, Sabtu (21/02/2026) lalu.

Strateginya akan ditempuh lewat operasi moneter yang pro-pasar. BI ingin memastikan likuiditas di pasar uang dan perbankan tetap cukup. Caranya? Dengan mengelola struktur suku bunga dan volume instrumen moneternya. Termasuk di dalamnya adalah melakukan transaksi jual-beli SBN di pasar sekunder. Langkah ini akan dilakukan secara terukur, tetap dalam koridor kebijakan yang prudent. Harapannya, selain target inflasi tercapai, pertumbuhan ekonomi tahun 2026 juga bisa lebih tinggi dari sebelumnya.

Jadi, ada semacam koreografi yang sedang disiapkan antara kebijakan fiskal pemerintah dan moneter BI. Keduanya berjalan beriringan, dengan tujuan akhir yang sama: stabilitas dan pertumbuhan.

Editor: Erwin Pratama


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar