Di tengah ketegangan global menyusul penutupan Selat Hormuz, kabar baik datang dari pemerintah. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan pasokan LPG dalam negeri aman. Masa-masa sulit soal ketersediaan, katanya, sudah terlewati.
"Alhamdulillah sekarang cadangan kita untuk LPG kapasitasnya sudah di atas 10 hari," ujar Bahlil.
Pernyataan itu dia sampaikan usai menghadiri Rapat Kerja Pemerintah di Istana Negara, Jakarta, Kamis lalu. Menurutnya, cadangan nasional saat ini berada dalam kondisi yang cukup aman.
Tak cuma itu, tambahan pasokan juga dikatakan akan segera tiba. Bahlil menyebut ada kapal pengangkut yang sedang dalam proses komunikasi intensif. Tujuannya satu: agar segera bisa masuk ke Indonesia.
"Sebentar lagi kapal kita masuk," lanjutnya penuh keyakinan.
Lalu, bagaimana dengan gejolak di Selat Hormuz? Ternyata, pemerintah menegaskan bahwa pasokan LPG kita tidak bergantung pada jalur itu. Jadi, dampak langsung dari dinamika geopolitik di sana bisa dihindari. Indonesia punya banyak mitra.
"Kita sudah ambil dari Australia, dari Amerika dan beberapa negara lain," kata Bahlil menjelaskan.
Soal energi, ceritanya memang lebih luas. Untuk minyak mentah, memang sebagian masih dari Timur Tengah. Tapi persentasenya tak besar. Pemerintah sudah menyiapkan alternatif dari berbagai sumber lain jauh-jauh hari.
"Total yang kita ambil dari Selat Hormuz untuk crude sekitar 20–25 persen. Dan kita sudah mampu mendapatkan penggantinya dari beberapa negara seperti Angola, Afrika, Nigeria, Amerika dan beberapa negara lain," paparnya.
Diversifikasi sumber pasokan itulah yang jadi kunci. Dengan langkah itu, pemerintah optimis ketahanan energi nasional bakal tetap terjaga. Apapun yang terjadi di peta geopolitik global.
"Jadi kita insyaallah sudah clear-lah," tutup Bahlil.
Artikel Terkait
Kebakaran Hebat Landa Pasar Jiung Kemayoran, 33 Mobil Damkar dan 100 Personel Dikerahkan
Sekretaris Kabinet: Efektivitas Diplomasi Diukur dari Hasil Konkret, Bukan Frekuensi Kunjungan
Kebakaran Landa Permukiman Padat di Kemayoran, 26 Mobil Damkar Dikerahkan
Netanyahu Perintahkan Serangan ke Markas Hizbullah di Beirut Selatan, Warga Mulai Mengungsi