Bapanas Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Ramadan-Lebaran 2026

- Jumat, 20 Februari 2026 | 10:30 WIB
Bapanas Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Ramadan-Lebaran 2026

Untuk memitigasi risiko, Bapanas telah mengaktifkan Satgas Saber Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan. Fokus pengawasan satgas ini tertuju pada sepuluh komoditas strategis, mulai dari beras, jagung, kedelai, hingga bawang, cabai, dan minyak goreng. Tujuannya adalah memastikan kepatuhan terhadap berbagai kebijakan harga acuan serta menjaga standar mutu produk yang beredar di pasar.

Selain pengawasan, serangkaian intervensi operasional juga terus digelar. Langkah-langkah ini mencakup penyaluran bantuan pangan, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah, fasilitasi distribusi, dan pemantauan harga harian secara langsung oleh petugas di lapangan. Upaya-upaya tersebut dirancang untuk menciptakan kestabilan pasokan dan harga, khususnya di wilayah-wilayah yang rentan.

Kondisi Inflasi dan Stok Beras

Data Badan Pusat Statistik per 9 Februari 2026 mencatat inflasi tahunan sebesar 3,55 persen. Memang terlihat kenaikan harga pada beberapa komoditas seperti cabai dan bawang merah, namun pemerintah menilai perkembangan ini masih dalam batas yang terkendali. Di sisi lain, laporan dari Satgas Pangan Polri dan Perum Bulog memberikan gambaran yang meyakinkan mengenai stok beras nasional.

Kaposko Satgas Pangan Polri, Zain Dwi Nugroho, menyebutkan ketersediaan beras sangat mencukupi, didukung oleh stok yang ada dan potensi produksi pada triwulan pertama tahun 2026.

“Ketersediaan beras secara nasional sangat mencukupi. Dengan stok 3,37 juta ton dan potensi produksi yang cukup besar pada triwulan pertama, masyarakat tidak perlu khawatir. Satgas Pangan akan terus melakukan pengawasan agar distribusi berjalan lancar dan tidak ada pihak yang memanfaatkan momentum Ramadan untuk memainkan harga,” ujarnya.

Data dari Perum Bulog semakin menguatkan dengan mencatat total stok beras nasional mencapai lebih dari 3,5 juta ton, yang terdiri atas Cadangan Beras Pemerintah dan stok komersial. Kombinasi antara pengawasan ketat, data stok yang solid, serta program stabilisasi diharapkan dapat menjadi penopang utama ketahanan pangan dalam menyambut bulan suci dan hari raya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar