MNC Asset Management Genjot Literasi Reksa Dana Syariah di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

- Kamis, 19 Februari 2026 | 08:30 WIB
MNC Asset Management Genjot Literasi Reksa Dana Syariah di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Jakarta, Rabu (18/2/2026) – Ruang pertemuan di kantor Bank Neo Commerce ramai oleh puluhan nasabah. Mereka hadir bukan untuk urusan perbankan biasa, melainkan untuk mendengar langsung soal peluang investasi. Kali ini, PT MNC Asset Management gencar memberikan literasi, khususnya tentang reksa dana syariah.

Produk yang dibahas adalah Reksa Dana MNC Dana Syariah. Ini adalah Reksa Dana Pendapatan Tetap yang mengandalkan obligasi korporasi sebagai underlying-nya. Menurut Direktur MNC Asset Management, Dimas Aditya Ariadi, produk ini menawarkan sesuatu yang menarik: imbal hasil yang prospektif, tapi dengan risiko yang bisa dikendalikan.

"Return kami satu tahun 7,87 persen nett. Bersih," ujar Dimas di hadapan para nasabah.

Tapi dia langsung menekankan satu hal. "Kami tidak mengedukasi return satu tahun Bapak-Ibu. Kenapa? Jangan hanya fokus pada angka satu tahun itu. Return masa lalu kan tidak bisa jadi jaminan untuk hasil di masa depan."

Meski begitu, Dimas tak menampik bahwa kinerja MNC Dana Syariah termasuk yang terbaik di kelasnya. Yang jadi pembeda, menurutnya, adalah stabilitasnya. Return-nya cenderung stabil, tidak fluktuatif seperti beberapa produk sejenis.

Ketahanan produk ini, katanya, sudah teruji waktu. Produk ini sudah berdiri cukup lama dan berhasil melewati berbagai badai ekonomi. Mulai dari krisis global 2008 sampai masa pandemi yang sulit di tahun 2020. Itu semua dilaluinya.

Di balik layar, proses seleksinya ketat. Manajer Investasi MNC Asset punya standar tinggi, hanya memilih obligasi dengan rating minimal A dari Pefindo. Timnya juga dilengkapi dengan pakar syariah, sehingga setiap langkah investasi dipastikan sesuai syariat.

"Kami tidak berani klaim sebagai yang return-nya paling tinggi. Bukan. Tapi yang kami klaim adalah kestabilan dan pertumbuhannya yang terjaga," tegas Dimas.

Di sisi lain, Direktur MNC Asset Management lainnya, Ipan Samuel Hutabarat, menyoroti faktor eksternal. Imbal hasil obligasi, jelasnya, memang dipengaruhi kondisi makro ekonomi dan gerak suku bunga acuan.

Namun begitu, dia berpendapat Reksa Dana Pendapatan Tetap tetap layak jadi pilihan. Terutama bagi yang ingin investasi dengan risiko minimal, selain tentu saja emas.

"Situasi penuh ketidakpastian seperti sekarang ini memang risiko-nya tinggi. Tapi justru di situlah peluangnya, Bapak-Ibu," kata Ipan mencoba meyakinkan.

Dia melanjutkan, "Jangan terus-terusan mikir 'wah, risikonya besar'. Kalau kita bisa jaga, bisa kontrol, dan lihat sisi positifnya, kita akan tahu kapan saat yang tepat untuk masuk berinvestasi."

Acara literasi itu pun berakhir dengan sesi tanya jawab yang cukup hangat. Tampak, antusiasme nasabah untuk memahami instrumen syariah mulai tumbuh.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar