MURIANETWORK.COM - Industri otomotif Korea Selatan membuka tahun 2026 dengan catatan kinerja ekspor yang impresif. Berdasarkan data resmi pemerintah, nilai ekspor kendaraan negara tersebut pada Januari lalu melonjak lebih dari 21 persen secara tahunan, didorong terutama oleh permintaan global yang kuat terhadap mobil ramah lingkungan dan pasar Amerika Serikat.
Ledakan Ekspor Kendaraan Ramah Lingkungan
Pendorong utama pertumbuhan ini berasal dari segmen kendaraan hijau. Data dari Kementerian Perdagangan Korea Selatan mengungkapkan, ekspor sedan ramah lingkungan seperti hybrid dan listrik meroket hampir 50 persen pada Januari 2026, menyumbang nilai signifikan terhadap total pengiriman. Lonjakan ini mencerminkan tren global yang terus bergerak ke arah elektrifikasi dan efisiensi bahan bakar, di mana produsen Korea telah membangun posisi yang kompetitif.
Pasar Amerika Serikat Tetap Kuat, Asia Lesu
Meski secara agregat tumbuh, performa ekspor menunjukkan dinamika yang berbeda antar kawasan. Pasar Amerika Serikat tetap menjadi andalan, dengan nilai ekspor ke sana meningkat 19,2 persen. Namun, pengiriman ke benua Asia justru mengalami kontraksi yang cukup dalam, turun lebih dari 30 persen. Perbedaan ini mengindikasikan adanya faktor spesifik di masing-masing pasar, seperti perubahan kebijakan, persaingan, atau fluktuasi permintaan lokal yang perlu dicermati lebih lanjut.
Secara volume, total unit kendaraan yang diekspor mencapai 246.574 unit, atau naik 23,4 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.
Produksi dan Ekspor Suku Cadang Ikut Tumbuh
Geliat industri tidak hanya terlihat dari ekspor kendaraan jadi. Aktivitas produksi di dalam negeri juga menunjukkan sinyal positif, dengan jumlah kendaraan yang diproduksi di pabrik-pabrik lokal melonjak 24,1 persen menjadi 360.500 unit. Selain itu, ekspor suku cadang mobil juga mencatat pertumbuhan, meski lebih moderat, sebesar 3,9 persen. Angka ini memperkuat gambaran bahwa rantai pasok otomotif Korea Selatan secara keseluruhan sedang beroperasi dengan momentum yang baik di awal tahun.
Seperti dirangkum dari laporan resmi, seorang pejabat kementerian menyatakan, "Ekspor sedan ramah lingkungan melonjak 48,5 persen menjadi USD2,56 miliar bulan lalu."
Pencapaian ini memberikan awal yang kuat bagi industri otomotif Korea Selatan di tahun 2026, meski tantangan dari ketidakseimbangan pertumbuhan regional dan persaingan global yang semakin ketat tetap perlu diwaspadai.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Tegaskan Penertiban Tambang Ilegal dan Sita 4 Juta Hektare Lahan
KKP Prediksi Produksi Perikanan Tangkap Turun pada Awal 2026 Akibat Cuaca
Prabowo dan Trump Tandatangani Perjanjian Dagang AS-Indonesia di Washington
AS Siapkan Kekuatan Tempur di Timur Tengah, Serangan ke Iran Berpotensi Segera