Dari Washington DC, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan kabar tegas tentang langkah pemerintahannya menertibkan aktivitas ilegal. Dalam pidatonya di Gala Iftar Business Summit di US Chamber of Commerce, Rabu (18/2/2026), ia mengungkapkan telah menutup paksa seribu lebih tambang ilegal. "Mereka menambang di hutan lindung," tegasnya.
Namun begitu, masalahnya tak cuma tambang liar. Prabowo menyebut sederet persoalan lain yang masih membelit: penyelundupan, perdagangan manusia, sampai perikanan dan penebangan liar. Semua itu, katanya, sedang ditangani secara serius.
Yang menarik, sorotan juga diarahkan ke korporasi besar. Menurut Prabowo, negara tak segan bertindak drastis. Buktinya, sekitar 4 juta hektare lahan berhasil disita dari perusahaan-perusahaan yang dianggap melanggar. "Mereka beroperasi di luar area izin atau konsesi mereka," ujarnya.
"Kami menangani masalah kami secara langsung. Kami menegakkan hukum. Kami berupaya menciptakan suasana kepastian dalam proses hukum."
Langkah keras ini, bagi Prabowo, bukan tanpa alasan. Ini bagian dari komitmen membangun iklim bisnis yang bersih dan kondusif, terutama bagi investor asing seperti dari Amerika Serikat. Ia yakin, stabilitas sosial politik hanya bisa berdiri di atas penegakan hukum yang kuat.
Latar belakangnya di militer dan bisnis disebut-sebut sebagai pengalaman berharga. "Saya tahu dan memiliki pengalaman menjadi investor asing," katanya, merujuk pada pengalamannya berbisnis di Kazakhstan dan Azerbaijan. Pengalaman itu membuatnya paham betul kekhawatiran para investor.
Di sisi lain, Prabowo menekankan tradisi keramahan Indonesia. Ia menegaskan komitmen untuk menjunjung tinggi kerja sama dan melindungi investor asing.
"Semua tamu kami anggap harus dilindungi. Kami boleh saja bertengkar di antara sesama kami, tetapi bagi kami, tamu asing atau tamu dalam tradisi kami harus dilindungi dan dihargai."
Pidato itu jelas menjadi sinyal kuat. Di hadapan komunitas bisnis internasional, Prabowo ingin menunjukkan bahwa Indonesia serius membereskan rumahnya sendiri. Menciptakan kepastian, katanya, adalah kunci utamanya.
Artikel Terkait
Polisi Amankan Delapan Preman Parkir di Tanah Abang Usai Tarif Rp100 Ribu Viral
KKP Upayakan Ekspor Ikan Patin untuk Penuhi Kebutuhan Jemaah Haji di Arab Saudi
Gubernur DKI Ancam Cabut Izin Lapangan Padel yang Ganggu Warga
DPR dan Istana Tegaskan Belum Ada Usulan Resmi Revisi UU KPK