MURIANETWORK.COM - Pakar telematika Roy Suryo mengungkapkan temuan perbedaan fisik pada dua salinan ijazah Presiden Joko Widodo yang digunakan dalam pendaftaran Pilpres 2014 dan 2019. Dalam sebuah tayangan televisi, Selasa (17/2/2026), Roy memaparkan analisisnya terhadap dokumen yang diperoleh dari KPU, menyoroti perbedaan ukuran dan format yang menurutnya patut dipertanyakan.
Perbedaan Format dan Ukuran yang Mencolok
Analisis Roy Suryo berfokus pada perbandingan visual antara kedua dokumen. Ia menilai salinan ijazah yang diajukan pada 2014 memiliki ukuran yang lebih kecil dan tampak tidak sesuai dengan format standar ijazah yang lazim ditemui. Sebaliknya, salinan untuk pendaftaran 2019 disebutkannya memiliki dimensi yang lebih besar dan tampak lebih biasa.
Menurutnya, perbedaan mendasar semacam ini seharusnya menjadi perhatian serius dalam proses verifikasi administrasi calon.
"Ini salinan ini seharusnya kalau KPU melakukan autentikasi, bahkan identifikasi, harusnya ditolak ini, nggak bisa diterima begitu saja, karena ini nggak sesuai ukurannya," tegas Roy.
Artikel Terkait
Video Adu Mulut dan Senggolan Mobil Sempat Tutup Jalan di Tol Pelabuhan
Lima Oknum TNI Hadapi Proses Hukum Internal Terkait Pengeroyokan di Kafe Toraja
Tips Hindari Kekacauan Saat Libur Panjang Akhir Pekan
Harga Cabai Anjlom, Bawang Merah dan Ayam Naik Tipis Menurut BI