Di Hotel Sunan, Solo, suasana riuh rendah. Jokowi, dengan gayanya yang khas, berbagi cerita yang mungkin tak terduga bagi banyak orang. Ia bercerita tentang sebuah percakapan telepon lintas negara, beberapa hari setelah konflik antara AS-Israel dan Iran meletus. Tujuannya sederhana: mencari kejelasan di tengah situasi yang serba tak pasti.
"Saya telepon saat perang baru tiga hari," ujar Presiden ke-7 RI itu, Sabtu (4/4/2026) lalu.
"Saya telepon kakak saya di UEA yang mulia MBZ. Saya tanya yang mulia, kapan perangnya selesai."
Menurutnya, pertanyaan itu diajukan langsung kepada Presiden Uni Emirat Arab, Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan. Baru tiga hari perang berkecamuk, Jokowi sudah ingin tahu ujungnya. Namun jawaban yang diterimanya justru menggambarkan situasi yang sangat rumit.
"Dijawab, nggak pasti, dan nggak jelas," katanya.
Di sisi lain, ada kekhawatiran lain yang lebih konkret: harga minyak. Konflik di Timur Tengah, seperti biasa, langsung berimbas pada gejolak harga komoditas satu ini. Jokowi pun tak lupa menanyakan hal itu dalam percakapan yang sama.
Artikel Terkait
Kepala Layanan Medis Iran Konfirmasi 24 Petugas Kesehatan Gugur dalam Konflik
Gubernur Sulsel Resmikan Kerja Sama PSEL Rp 3 Triliun di Makassar
Debt Collector Tewas Ditikam Saat Tarik Mobil di Baturaja, Pelaku Menyerahkan Diri
Dua Personel Brimob Metro Jaya Perkuat Timnas di Kejuaraan Dunia Indoor Skydiving 2026