"Kemudian saya bertanya harga minyaknya akan sampai berapa, dijawab juga nggak pasti dan nggak jelas. Karena memang kalkulasinya sangat rumit dan sulit sekali," ucapnya.
Rupanya, rasa penasaran itu belum terjawab. Presiden kemudian mencoba menghubungi salah satu menteri di UEA. Hasilnya? Sama saja. Pihak yang berada di dalam 'lingkaran perang' sekalipun ternyata kesulitan membuat prediksi.
"Saya ulang lagi telpon lagi menterinya di sana, jawabannya juga sama," tutur Jokowi.
Ia lalu menyimpulkan dengan nada yang agak gamang. "Ini yang sudah di dalam lingkaran perang saja tidak bisa memperkirakan, apalagi kita yang ada di sini. Sangat sulit memperkirakan, memprediksi kapan perang selesai dan harga minyak pada harga normal lagi."
Cerita ini disampaikannya dalam acara Halalbihalal sekaligus Anniversary ke-1 Youtuber Nusantara, digabung dengan konsolidasi Laskar Gibran. Di hadapan para pendukung dan kreator, Jokowi seakan ingin menegaskan betapa kompleksnya dinamika global yang harus dihadapi seorang pemimpin. Semuanya serba tidak jelas, dan jawaban yang pasti adalah barang langka.
Artikel Terkait
Granat Aktif Ditemukan Warga Saat Kerja Bakti di TPU Palopo
Menteri Yandri Ancam Sanksi Tegas Mitra Dapur MBG yang Langgar Aturan
Tanggul Sungai Tuntang Jebol, Anak 8 Tahun Tewas Terseret Banjir di Demak
Raviandi Ramadhan Kejar Tiket Asian Games untuk Susul Kembarannya