Roma, Jumat Agung. Cahaya ribuan lilin berkedip-kedip di sekitar arena Koloseum yang megah, menyaksikan sebuah peristiwa langka. Paus Leo XIV dengan khidmat memikul salib kayu, memimpin prosesi Via Crucis atau Jalan Salib. Langkahnya pelan, diiringi heningnya malam dan doa puluhan ribu umat yang memadati lokasi bersejarah itu.
Ini bukan pemandangan biasa. Menurut laporan Vatican News (4 April 2026), Paus Leo XIV tercatat sebagai Paus kedua dalam sejarah modern setelah almarhum Paus Yohanes Paulus II yang secara pribadi memikul salib sepanjang ritual tersebut. Jejaknya mengingatkan pada sebuah tradisi yang penuh makna.
Suasana malam itu sungguh menghanyutkan. Sekitar 30.000 orang hadir langsung, berdiri berdesakan di bawah langit Roma. Namun, mereka yang hadir hanyalah sebagian kecil. Jutaan umat lain di seluruh dunia menyatukan hati melalui siaran televisi, radio, dan berbagai platform digital, mengikuti setiap detik dari rumah masing-masing.
Koloseum sendiri bukan sekadar bangunan tua. Dibangun di era Kaisar Vespasian dan diresmikan oleh Titus sekitar tahun 80 Masehi, situs ikonis ini telah bertransformasi. Kini, ia menjadi salah satu titik ziarah paling sentral bagi umat Katolik, terutama saat mengenang 14 Stasiun Sengsara Yesus.
Artikel Terkait
Kepala Layanan Medis Iran Konfirmasi 24 Petugas Kesehatan Gugur dalam Konflik
Gubernur Sulsel Resmikan Kerja Sama PSEL Rp 3 Triliun di Makassar
Debt Collector Tewas Ditikam Saat Tarik Mobil di Baturaja, Pelaku Menyerahkan Diri
Dua Personel Brimob Metro Jaya Perkuat Timnas di Kejuaraan Dunia Indoor Skydiving 2026