PSM Makassar Berburu Bek Tengah Baru, Alberto Rodriguez Jadi Target Utama

- Senin, 26 Januari 2026 | 21:00 WIB
PSM Makassar Berburu Bek Tengah Baru, Alberto Rodriguez Jadi Target Utama
Analisis Transfer PSM Makassar

MAKASSAR Bursa transfer putaran kedua sudah di depan mata. Bagi PSM Makassar, momen ini jelas sangat krusial. Mereka baru saja mengumumkan kedatangan Luka Cumic, tapi publik Juku Eja rasanya belum puas. Sorotan sekarang beralih ke manajemen. Ada satu hal yang sudah jelas: memperkuat pertahanan adalah sebuah keharusan, bukan sekadar pilihan.

Memang, nama Todor Todoroski santer beredar sebagai target bek kanan. Bek asal Makedonia Utara itu dikabarkan masuk dalam radar pelatih Tomas Trucha untuk menambal sisi yang kerap bermasalah di putaran pertama. Tapi, cuma mengandalkan Todoroski? Rasanya belum cukup. Masalah sebenarnya justru ada di jantung pertahanan, di posisi bek tengah.

PSM butuh sosok baru di sana. Mereka butuh pemain yang bisa memberi stabilitas, yang punya jiwa pemimpin, dan yang tetap tenang saat tekanan datang. Itu yang sedang dicari.

Nah, di sinilah nama Alberto Rodriguez muncul. Bek asal Spanyol berusia 32 tahun itu membuka peluang untuk kembali ke Indonesia. Kompetisi di India, tempat dia membela Mohun Bagan, belum juga bergulir. Kabarnya, Alberto akan dilepas dengan status pinjaman. Situasi ini langsung menarik minat beberapa klub, termasuk PSM.

Buat Trucha, profil Alberto seperti jawaban dari langit. PSM sedang mencari bek tengah tinggi, dominan di udara, kuat fisik, tapi juga punya kualitas membangun serangan dari belakang. Semua karakter itu melekat pada Alberto.

Alberto sendiri tentu bukan nama baru. Bersama Persib Bandung di Liga 1 2023/2024, dia tampil konsisten dan jadi pilar penting tim yang akhirnya juara. Postur 1,91 meter-nya sangat berguna. Dia dikenal tangguh dalam duel satu lawan satu, berbahaya saat bola mati, dan permainannya rapi.

Setelah sukses di Bandung, dia mencoba peruntungan di India. Performanya tetap bagus, bahkan dia mencetak lima gol dari 22 laga untuk Mohun Bagan. Kontribusinya membantu klub itu meraih beberapa gelar domestik.

Kembali ke PSM, kebutuhan akan bek tengah baru terasa mendesak kalau kita lihat performa putaran pertama. Pertahanan Juku Eja sering goyah. Bukan cuma karena skema, tapi lebih karena kesalahan individu yang terus berulang. Salah antisipasi, kehilangan konsentrasi, keputusan ceroboh di kotak penalti sendiri semua itu sudah terlalu sering berujung gol.

Di sepak bola modern, apalagi buat tim yang punya ambisi tinggi, kesalahan seperti itu harganya mahal. Kalau tidak diperbaiki, PSM bisa kehilangan poin-poin penting lagi di fase penentuan nanti.

Makanya, kehadiran bek tengah baru itu penting. Bukan cuma sebagai tambal sulam, tapi juga untuk memicu kompetisi internal. Sosok seperti Alberto bisa membawa kepemimpinan sekaligus memberi pesan: tidak ada posisi yang aman jika performa jelek.

Di sisi lain, rencana mendatangkan Todor Todoroski tetap jalan. Bek kanan berusia 26 tahun itu punya profil yang komplet: disiplin bertahan, agresif menyerang, dan mobilitasnya tinggi. Pengalamannya di Eropa Timur menunjukkan kematangannya.

Dia punya ratusan penampilan dan bahkan sempat membela timnas Makedonia Utara. Tapi, sekali lagi, Todoroski cuma satu bagian dari solusi. Tanpa bek tengah yang solid, fondasi pertahanan PSM tetap terlihat rapuh.

Putaran kedua nanti bukan cuma lanjutan kompetisi. Ini adalah ruang koreksi. Kalau PSM Makassar masih mau bersaing dan bertengger di papan atas, manajemen harus berani ambil keputusan strategis.

Mendatangkan bek tengah baru? Itu sudah jadi kewajiban mutlak.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar