Nah, puncak kepadatan diperkirakan belum usai. JTT sendiri sudah memproyeksikan bahwa arus balik akan memuncak tepat pada hari Selasa, 17 Februari 2026 itu. Estimasi mereka cukup mencengangkan: sekitar 39.379 kendaraan akan memadati tol dari arah timur. Kalau dibandingkan dengan lalu lintas normal yang hanya 25.612 kendaraan, itu artinya terjadi lonjakan fantastis sebesar 53,75 persen.
Menyikapi hal ini, JTT tentu tak tinggal diam. Ria menyebutkan, sejumlah langkah antisipasi telah disiapkan untuk menghadapi kemacetan yang bisa saja terjadi.
"Penguatan layanan operasional, optimalisasi gardu tol, kesiapan petugas lapangan, serta koordinasi intensif dengan kepolisian dan instansi terkait guna menjaga kelancaran arus lalu lintas,"
tuturnya merinci upaya yang dilakukan. Intinya, semua pihak disiagakan untuk mengantisipasi kemacetan parah di hari-hari puncak arus balik ini.
(Nur Ichsan Yuniarto)
Artikel Terkait
Gempa M7,3 di Manado-Bitung, Operasional PLTP Lahendong Tetap Stabil
Iran Tawarkan Hadiah Rp1 Miliar untuk Temukan Pilot AS yang Jatuh di Wilayahnya
Lebaran Betawi 2026 Tetap Digelar di Lapangan Banteng, Wadah Silaturahmi Pasca-Idulfitri
Banten Jemput Bola Terbitkan NIB Gratis untuk Stabilkan Harga Minyakita