"Sidang perdana BoP menjadi momentum strategis untuk memastikan bahwa suara negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, dapat terwakili secara adil dalam upaya menjaga stabilitas dan perdamaian dunia," ujarnya, Selasa (17/2/2026).
Laksono menekankan, partisipasi Prabowo ini bukan sekadar formalitas. Ini adalah bukti nyata komitmen Indonesia di panggung diplomasi global. Ia melihatnya sebagai kontribusi konkret untuk membangun tata kelola perdamaian yang lebih inklusif dan bisa bertahan lama.
"Kehadiran Indonesia di forum ini menegaskan peran aktif kita sebagai bangsa yang selalu mengedepankan diplomasi, dialog, dan solusi damai dalam menghadapi tantangan internasional," katanya lagi.
Jadi, keikutsertaan ini lebih dari sekadar simbol. Ini adalah langkah nyata. Sebuah upaya untuk memastikan arsitektur perdamaian global tidak hanya didominasi oleh segelintir negara, tetapi juga mendengar suara dari dunia berkembang.
Artikel Terkait
BMKG Prakirakan Hujan Guyur Jabodetabek Sepanjang Hari Ini
MA Rilis 24 Kaidah Hukum Baru Pedoman Pengadilan Se-Indonesia
Gempa M7,3 di Manado-Bitung, Operasional PLTP Lahendong Tetap Stabil
Iran Tawarkan Hadiah Rp1 Miliar untuk Temukan Pilot AS yang Jatuh di Wilayahnya