Bandung diguncang gempa lebih dari seratus kali sepanjang Maret lalu. Catatan dari Stasiun Geofisika BMKG Kelas 1 Bandung menyebutkan, angka pastinya mencapai 111 kejadian di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya.
Kepala stasiun setempat, Teguh Rahayu, membeberkan rinciannya. “Dari 111 kali kejadian, guncangan gempa bumi terbesar yang tercatat adalah 5,4 magnitudo dan yang terkecil 0,9 magnitudo,” ujarnya di Bandung, Sabtu (4/4).
Nah, kalau dilihat dari kedalamannya, sebagian besar gempa ternyata cukup dangkal. Tercatat 98 kejadian berpusat di kedalaman kurang dari 60 kilometer. Sementara itu, gempa menengah berada di kisaran 60 hingga 300 kilometer terjadi 13 kali.
Yang menarik, dari sekian banyak getaran itu, hanya lima kali saja yang benar-benar dirasakan masyarakat. Artinya, mayoritas gempa berlangsung tanpa disadari.
Dari sisi lokasi hiposenter, aktivitas seismik lebih banyak terjadi di lautan. “Terjadi 67 gempa bumi yang berpusat di laut, sedangkan 44 kejadian gempa bumi lainnya berpusat di darat,” jelas Teguh.
Dia lantas menyoroti satu kejadian yang paling berkesan. Gempa berkekuatan 5,4 magnitudo yang mengguncang Kota Sukabumi pada Jumat, 13 Maret 2026. Guncangannya ternyata dirasakan hingga Garut, Tasikmalaya, dan tentu saja Sukabumi sendiri.
Menurut analisis BMKG, gempa khas Maret lalu ini didominasi oleh aktivitas sesar aktif. “Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif,” terang Teguh.
Data ini jelas memberikan gambaran bahwa Jawa Barat tetap menjadi wilayah yang aktif secara seismik. Getarannya mungkin kecil dan sering tak terasa, tapi catatan 111 kejadian dalam sebulan patut jadi bahan perhatian.
Artikel Terkait
Komnas HAM Nilai RUU HAM Baru Berpotensi Kerdilkan Fungsi Pengawasan dan Independensi Lembaga
Ancol Gratis Sore Hari, Proyek Infrastruktur Dikejar Jelang HUT ke-499 Jakarta
Wanita 20 Tahun Ditemukan Tewas di Hotel Kebayoran Baru, Polisi Selidiki Luka di Kepala
Kemensos Gelar Layanan Kesehatan dan Sosial Terpadu untuk Lansia di HLUN ke-30 Kupang