Di sisi lain, perhatian juga dialihkan kepada para pedagang. Anwar berharap pemerintah dapat mengatur dan menertibkan aktivitas jual-beli, khususnya di sekitar area ibadah, agar tidak mengganggu kekhusyukan.
Larangan Tegas dari Pimpinan Daerah
Pernyataan MUI ini sejalan dengan sikap tegas yang sebelumnya telah diambil oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Beberapa hari sebelumnya, Pramono secara resmi melarang segala bentuk sweeping yang dilakukan oleh siapa pun, termasuk organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan.
Gubernur mengungkapkan keinginannya agar Ramadan tahun ini di Jakarta berlangsung dengan damai dan penuh kerukunan. Ibu kota, yang saat ini masih menyimpan nuansa perayaan Imlek, dipersiapkan untuk bertransisi dengan lancar memasuki atmosfer Ramadan dan persiapan menyambut Idul Fitri.
Dengan adanya kesamaan pandangan antara otoritas keagamaan terkemuka dan pemerintah daerah ini, diharapkan bulan Ramadan dapat dijalani dengan tenang, penuh toleransi, dan fokus pada nilai-nilai spiritual, tanpa adanya tindakan-tindakan yang justru dapat memicu ketegangan di masyarakat.
Artikel Terkait
Frans Putros dan Irak Lolos ke Piala Dunia 2026, Persib Berpeluang Dapat Kompensasi FIFA
Mbappé Dikritik karena Minta Ban Kapten Diambil dari Kanté
Laporan: Serangan Iran Timbulkan Kerugian Miliaran Dolar bagi Aset Militer AS di Timur Tengah
Pemerintah Mulai Bangun 324 Rumah Tapak untuk Warga Bantaran Rel di Senen