Presiden Prabowo Bertolak ke AS untuk Tandatangani Perjanjian Dagang Bersejarah

- Senin, 16 Februari 2026 | 12:30 WIB
Presiden Prabowo Bertolak ke AS untuk Tandatangani Perjanjian Dagang Bersejarah

Arahan Presiden untuk Kepentingan Nasional

Dalam pertemuan persiapan itu, Presiden Prabowo memberikan arahan yang tegas. Beliau menekankan bahwa diplomasi ekonomi ini harus memberikan dampak nyata bagi penguatan industri dalam negeri dan kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar menjadi acara seremonial belaka.

Setiap kesepakatan yang dicapai, menurut arahan Presiden, harus mampu meningkatkan produktivitas domestik, memperkuat rantai pasok nasional, dan memastikan posisi tawar Indonesia tetap terjaga. Pemerintah diminta untuk terus waspada agar kepentingan nasional tidak tergadaikan dalam perjanjian internasional ini.

Harapan dan Agenda Lainnya

Kehadiran para menteri kunci di Hambalang menandakan keseriusan pemerintah dalam menyiapkan landasan yang kokoh. “Hadirnya para menteri bidang ekonomi di Hambalang sebelum keberangkatan Presiden merupakan bentuk konsolidasi akhir agar posisi Indonesia solid dalam perundingan. Kita berharap akan ada kejutan-kejutan positif dari ART yang semakin menguntungkan Indonesia,” pungkas Haryo Limanseto.

Selain agenda perdagangan, kunjungan Presiden Prabowo ke Washington juga akan diisi dengan partisipasi dalam KTT Board of Peace atau Dewan Perdamaian Gaza pada 19 Februari 2026. Untuk memastikan kelancaran seluruh rangkaian acara, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto telah berangkat lebih awal guna melakukan persiapan teknis di lokasi.

Pertemuan konsolidasi di Hambalang turut dihadiri oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, yang menunjukkan pendekatan pemerintah yang komprehensif dan terkoordinasi.

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar