Untuk membahas agenda strategis tersebut, Presiden didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi kabinet. Mereka yang hadir antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, serta Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM Rosan Roeslani. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi juga turut hadir dalam rapat tersebut.
Target Penguatan Rantai Pasok dan Produktivitas
Lebih jauh, Teddy Indra Wijaya memaparkan bahwa arahan Presiden tidak hanya berfokus pada hasil perundingan, tetapi juga pada dampak struktural jangka panjang. Tujuannya adalah agar kerja sama ekonomi dapat langsung mendongkrak kapasitas industri dalam negeri.
“Presiden menginginkan perundingan harus sebanyak-banyaknya meningkatkan produktivitas industri dalam negeri serta memperkuat global supply chain atau rantai pasok industri,” ungkapnya.
Dengan kata lain, setiap kesepakatan yang dicapai diharapkan mampu membawa keuntungan konkret dan segera. "Presiden menginginkan setiap kebijakan yang diambil harus segera dan sebanyak mungkin memberi keuntungan konkret untuk Indonesia," tegas Teddy menutup penjelasannya.
Rapat terbatas ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menyiapkan strategi ekonomi yang matang, mengedepankan kedaulatan dan kemandirian industri nasional di tengah dinamika percaturan global.
Artikel Terkait
Gempa Megathrust 7,6 SR Guncang Bitung, Picu Tsunami Kecil di Beberapa Wilayah
Pemilik SPBE Cimuning Bakal Dipanggil Usai Kebakaran Diduga Akibat Kebocoran
Prabowo Tunjukkan Finger Heart dengan Idola K-Pop di Tengah Perkuat Kemitraan Strategis dengan Korsel
Microsoft Investasikan Rp94 Triliun untuk Cloud dan AI di Singapura