Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengonfirmasi bahwa anggaran tersebut dimintakan untuk menjamin kelancaran masa transisi dalam tiga bulan ke depan. Langkah ini menunjukkan komitmen untuk segera memulihkan layanan tanpa membebani peserta.
Prioritas untuk Pasien Kronis
Sebagai tindakan pertama yang bersifat prioritas, Menteri Sosial Saifullah Yusuf telah mengambil langkah konkret. Pada Selasa (10/2/2026), sebanyak 106.000 peserta PBI yang mengidap penyakit kronis telah diaktifkan kembali.
“Hal ini dilakukan agar layanan pengobatan tidak terputus, terutama bagi penderita penyakit yang membutuhkan perawatan jangka panjang,” tegas Mensos, menegaskan prinsip kehati-hatian dan perlindungan terhadap kelompok paling rentan dalam kebijakan ini.
Upaya reaktivasi bertahap ini diharapkan dapat segera meredakan ketidakpastian dan mengembalikan akses kesehatan bagi seluruh penerima bantuan iuran, sembari proses verifikasi data terus dilakukan untuk memastikan ketepatan sasaran program.
Artikel Terkait
Pemerintah Koordinasi dengan Iran untuk Keamanan Kapal Indonesia di Selat Hormuz
Presiden Prabowo Mulai Kunjungan Negara ke Jepang, Temui Kaisar dan PM
Anggaran Diskon Tiket Pelni Terserap 92,5%, Penumpang Capai 431.705 Orang
Jens Raven Gantikan Mauro Zijlstra yang Cedera Jelang Final FIFA Series