Jakarta digegerkan oleh prediksi BRIN soal fenomena "Godzilla El Nino" yang bakal melanda mulai April 2026. Bayang-bayangnya jelas: musim kemarau yang lebih panjang dan lebih gersang. Bisa dibayangkan, ancaman seperti ini pasti bikin petani dan pengelola pangan waswas. Tapi, di tengah ramalan suram itu, pemerintah justru angkat bicara dengan nada yang berbeda.
Badan Pangan Nasional atau Bapanas menyatakan, ketersediaan pangan nasional masih dalam zona aman. Mereka bilang, cadangan yang ada sekarang cukup kuat buat menghadapi gangguan iklim yang mungkin datang.
Lho, kok bisa?
Menurut I Gusti Ketut Astawa, Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, masyarakat tak perlu resah. "Kalau kita bicara ketersediaan, kita tidak perlu khawatir," tegasnya.
“Berdasarkan proyeksi neraca pangan kita, posisi stok sangat kuat. Tahun lalu carry over stock kita sekitar 12,4 juta ton, kemudian saat ini cadangan pangan di Bulog sekitar 4,22 juta ton,”
Pernyataan itu dia sampaikan Minggu lalu. Angka-angka yang disebutkan memang tak main-main. Selain beras, komoditas lain juga diklaim aman. Stok jagung ada di angka 155 ribu ton, sementara minyak goreng mencapai 117 ribu kiloliter. Cukup buat memenuhi kebutuhan bulanan.
Nah, yang menarik, produksi dalam negeri juga lagi naik daun. Musim tanam dan panen di berbagai daerah disebut sedang menguat. Produksi sudah berjalan sejak awal tahun, dan puncaknya diprediksi terjadi pada panen raya April nanti.
“Produksi di bulan Januari sudah ada, di bulan Februari sudah ada, Maret sedang berproduksi, bahkan mungkin April nanti bisa panen raya. Nah, ini sebenarnya, di bulan April ini diprediksi sampai 5 juta ton. Ini juga sangat tinggi produksi yang akan dihasilkan,”
Kalau lihat data Proyeksi Neraca Pangan Nasional 2026, gambaran surplusnya makin jelas. Total ketersediaan beras diprediksi tembus lebih dari 47 juta ton. Sementara kebutuhan nasional sepanjang tahun cuma sekitar 31 juta ton. Selisihnya cukup signifikan.
Komoditas lain pun tak kalah. Jagung diproyeksi punya stok akhir sekitar 4,99 juta ton. Untuk protein hewani, stok daging ayam ras sekitar 1,7 juta ton dan telur ayam ras 949 ribu ton. Gula konsumsi juga diperkirakan punya cadangan 1,33 juta ton.
Intinya, menurut Ketut, kondisi ini menunjukkan produksi dalam negeri yang tangguh. Itulah yang jadi tulang punggung utama.
“Komoditas seperti cabai, bawang merah, telur, ayam, itu produksi dalam negeri semua. Jadi kita sudah sangat-sangat sufficient, sangat kuat produksinya,” jelasnya.
Jadi, meski Godzilla El Nino mengintai di masa depan, Bapanas berusaha meyakinkan bahwa lumbung pangan kita masih kokoh. Waktulah yang akan membuktikan klaim ini.
Artikel Terkait
BRI Salurkan 5.000 Lebih Hewan Kurban ke Seluruh Indonesia saat Idul Adha
BEI Pindahkan GOTO dan BELI ke Papan Pengembangan, 26 Saham Naik Kelas ke Papan Utama
Harga Emas Batangan di Pegadaian Turun saat Iduladha, Antam Terkoreksi ke Rp2,897 Juta per Gram
Chandra Asri Resmi Kelola Pelabuhan Cilegon Selama 56 Tahun