Jakarta – Ramadan 2026 diwarnai geliat belanja masyarakat yang makin kencang. Tapi di balik itu, ada tren yang menarik perhatian: fenomena 'makan tabungan' atau dissaving ternyata masih terjadi. Ya, meski uang THR sudah cair, pertumbuhan tabungan justru melambat dibanding tahun sebelumnya.
Laporan terbaru dari Office of Chief Economist Bank Mandiri mengonfirmasi hal ini. Momentum pencairan Tunjangan Hari Raya memang jadi penyulut utama akselerasi belanja.
Data Mandiri Spending Index (MSI) menunjukkan angka yang cukup jelas. Di minggu ketiga Ramadan, atau sekitar sepekan sebelum Lebaran, tingkat belanja melonjak 0,9% secara mingguan. Angkanya mencapai 123,5. Kenaikan ini lebih tinggi dari pekan sebelumnya yang hanya 0,6%.
Kalau dibandingkan tahun lalu, pertumbuhannya juga lebih gede. Tercatat 7,7% year-on-year, mengungguli periode 2025 yang sebesar 7,2%.
Lalu, bagaimana dengan tabungan? Di sini ceritanya jadi berlapis. Pencairan THR jelas jadi penyangga keuangan yang vital, terutama untuk masyarakat lapisan bawah dan menengah. Mandiri Saving Index mencatat, tabungan kelompok bawah naik ke level 73,6 di minggu ketiga Ramadan, dari sebelumnya 72,8 di Februari.
Artikel Terkait
Indonesia dan Jepang Sepakati Kerja Sama Konservasi Komodo dan Diplomasi Hijau
Pemprov DKI Ganti Pendekatan Represif dengan Humanis Hadapi Gelombang Urbanisasi Pasca-Lebaran
Prabowo Tiba di Tokyo, Akan Temui Kaisar Naruhito dan PM Takaichi
Umat Katolik Fakfak Rayakan Minggu Palma dengan Khidmat, Masuki Pekan Suci