THR Dongkrak Belanja Ramadan, Tapi Fenomena Makan Tabungan Masih Terjadi

- Minggu, 29 Maret 2026 | 20:00 WIB
THR Dongkrak Belanja Ramadan, Tapi Fenomena Makan Tabungan Masih Terjadi

Jakarta – Ramadan 2026 diwarnai geliat belanja masyarakat yang makin kencang. Tapi di balik itu, ada tren yang menarik perhatian: fenomena 'makan tabungan' atau dissaving ternyata masih terjadi. Ya, meski uang THR sudah cair, pertumbuhan tabungan justru melambat dibanding tahun sebelumnya.

Laporan terbaru dari Office of Chief Economist Bank Mandiri mengonfirmasi hal ini. Momentum pencairan Tunjangan Hari Raya memang jadi penyulut utama akselerasi belanja.

Data Mandiri Spending Index (MSI) menunjukkan angka yang cukup jelas. Di minggu ketiga Ramadan, atau sekitar sepekan sebelum Lebaran, tingkat belanja melonjak 0,9% secara mingguan. Angkanya mencapai 123,5. Kenaikan ini lebih tinggi dari pekan sebelumnya yang hanya 0,6%.

Kalau dibandingkan tahun lalu, pertumbuhannya juga lebih gede. Tercatat 7,7% year-on-year, mengungguli periode 2025 yang sebesar 7,2%.

Lalu, bagaimana dengan tabungan? Di sini ceritanya jadi berlapis. Pencairan THR jelas jadi penyangga keuangan yang vital, terutama untuk masyarakat lapisan bawah dan menengah. Mandiri Saving Index mencatat, tabungan kelompok bawah naik ke level 73,6 di minggu ketiga Ramadan, dari sebelumnya 72,8 di Februari.

Pola serupa terlihat di kelompok menengah. Tabungan mereka naik ke 102,1 dari 100,4. Kenaikan ini, menurut analisis, menunjukkan ada suntikan dana segar ke kantong masyarakat setelah THR dibagikan.

Tapi jangan salah. Situasinya berbeda 180 derajat untuk kelompok atas. Justru di sini, tingkat tabungan mereka malah turun, terkontraksi ke 89,7 dari posisi Februari di 94,3.

Namun begitu, tim ekonom Bank Mandiri punya catatan penting. Meski secara bulanan tabungan kelompok bawah dan menengah membaik, pertumbuhannya secara tahunan ternyata lebih lembek dibanding Ramadan tahun lalu. Artinya, laju menabung secara keseluruhan sedang tidak secepat dulu.

Dalam laporannya yang dikutip Minggu (29/3/2026), tim tersebut menyoroti hal ini.

"Hal ini menunjukkan proses dissaving atau makan tabungan, terutama dalam menopang belanja Ramadan, masih terus berlanjut,"

Jadi, gambaran utuhnya begini: belanja memang terdongkrak, tapi sebagian dananya mungkin berasal dari 'tabungan lama' yang dikuras. Sebuah pola yang mengindikasikan daya tahan keuangan rumah tangga perlu diperhatikan, meski di tengah euforia belanja hari raya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar