BTN Catat Laba Bersih Rp3,5 Triliun di 2025, Didorong Efisiensi dan Transformasi Bisnis

- Senin, 09 Februari 2026 | 18:00 WIB
BTN Catat Laba Bersih Rp3,5 Triliun di 2025, Didorong Efisiensi dan Transformasi Bisnis

Di sisi penyaluran kredit, pertumbuhan tetap terjaga di level dua digit. Portofolio kredit BTN naik 11,9% menjadi Rp400,57 triliun, dengan sektor perumahan masih menjadi penyangga utama senilai Rp328,4 triliun. Yang menarik, produk baru pemerintah, Kredit Program Perumahan (KPP), yang baru diluncurkan Oktober 2025, langsung menyumbang Rp2,6 triliun.

Nixon melihat potensi besar dari produk baru ini. "KPP menjadi mesin baru untuk mendorong pertumbuhan kredit BTN serta menawarkan profitabilitas yang lebih baik karena marginnya yang lebih tinggi dibandingkan KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP)," ungkapnya. "Kami berharap program ini dapat menjadi solusi bagi wirausaha yang membutuhkan rumah yang sekaligus menjadi tempat usaha mereka."

Dukungan Dana Murah dan Ekosistem Digital

Kepercayaan nasabah tercermin dari pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai 14,6% menjadi Rp437,39 triliun. Pertumbuhan ini turut didorong oleh adopsi superapp Bale by BTN yang semakin masif. Jumlah pengguna aplikasi tersebut melonjak 66,1% menjadi 3,7 juta, dengan nilai transaksi yang menembus angka fantastis: Rp103,6 triliun.

Nixon menekankan bahwa Bale dikembangkan sebagai lebih dari sekadar aplikasi perbankan digital. Platform ini diposisikan sebagai ekosistem solusi keuangan terintegrasi bagi keluarga. Rata-rata saldo pengguna Bale yang lebih tinggi turut berkontribusi pada pengumpulan dana murah yang stabil bagi bank.

Menutup paparannya, Nixon menyatakan, "Kami akan terus mendorong positioning Bale sebagai superapp yang menawarkan ekosistem terintegrasi untuk solusi transaksi keuangan keluarga, baik yang terkait dengan kebutuhan perumahan maupun berbagai macam lifestyle lainnya."

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar