Angin Kencang Rusak Rumah Warga
Selain longsor, cuaca buruk pada hari yang sama juga memicu bencana lain di kabupaten tersebut. Angin kencang yang melanda Desa Selobanteng, Kecamatan Banyuglugur, menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan. Peristiwa ini terjadi hampir beriringan, menunjukkan skala gangguan cuaca yang melanda wilayah itu.
Abdul Muhari juga merinci dampak dari angin kencang tersebut. "Sebanyak delapan unit rumah warga di Desa Selobanteng, Kecamatan Banyuglugur, mengalami kerusakan ringan," tuturnya.
Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa kejadian angin kencang ini berdampak pada puluhan warga. "Dia menambahkan, peristiwa itu berdampak pada 45 warga. BPBD Kabupaten Situbondo telah melakukan kaji cepat serta penanganan awal di wilayah terdampak," lanjutnya.
Penanganan dan Respons Awal
Menanggapi kedua bencana tersebut, upaya penanganan darurat telah dilaksanakan. Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah turun ke lokasi untuk melakukan assesment cepat, evakuasi, dan memberikan bantuan awal kepada korban serta warga terdampak. Langkah ini penting untuk memastikan keselamatan warga dan mengantisipasi kemungkinan dampak lanjutan.
Koordinasi antara pemerintah daerah dan pusat melalui BNPB terus dilakukan untuk memantau perkembangan dan kebutuhan di lapangan, mengingat kerentanan wilayah terhadap bencana hidrometeorologi di musim seperti ini.
Artikel Terkait
Bapanas Perkuat Cadangan Pangan Antisipasi Godzilla El Nino 2026
Pemerintah Pertimbangkan Relaksasi Produksi Batu Bara dan Nikel Secara Terukur
Jasad Pria yang Dilaporkan Hilang Ditemukan Terkubur di Lahan Kosong Cikeas
Arus Balik Lebaran 2026: Kedatangan Penumpang di Stasiun Jakarta Capai 52.471 Orang