Batik Keris Solo Bertahan Seabad dengan Strategi Heritage dan Teknologi

- Minggu, 08 Februari 2026 | 11:15 WIB
Batik Keris Solo Bertahan Seabad dengan Strategi Heritage dan Teknologi

Andy Rusli, Direktur Batik Keris, menuturkan pengalaman menarik tersebut. "Kualitas kami ini terbukti, karena memang banyak pelanggan yang datang kembali ke toko mengenakan baju Batik Keris yang mereka beli 20 atau 25 tahun lalu, dan warnanya tetap bagus. Bahkan beberapa anak muda mengenakan baju Batik Keris turunan dari orang tuanya," ujarnya.

Beradaptasi Cepat di Arena Digital

Langkah strategis berikutnya adalah optimalisasi bisnis di ranah digital. Kehadiran toko resmi Batik Keris di Shopee Mall sejak 2021 bukan sekadar perluasan kanal penjualan, tetapi juga menjadi penanda autentisitas di ruang daring yang begitu luas. Untuk mendukung ini, perusahaan membentuk tim digital khusus yang fokus pada strategi penjualan dan komunikasi.

Keseriusan adaptasi digital ini membuahkan hasil nyata. Andy Rusli menjelaskan lebih lanjut, "Di sepanjang tahun 2025, Batik Keris bahkan berhasil mencapai pertumbuhan penjualan hingga lebih dari 50 persen berkat pemanfaatan program dan fitur interaktif Shopee. Fokus kami juga berlanjut pada tren live streaming, Shopee Live kini dilakukan setiap hari mulai jam 6 pagi hingga 10 malam. Tak hanya untuk memperkenalkan produk, kanal ini menjadi sarana edukasi akan nilai batik di era modern."

Melampaui Bisnis: Memberdayakan Komunitas

Eksistensi Batik Keris tidak berhenti pada pencapaian komersial. Melalui unit Keris Griya, mereka aktif membina dan memberdayakan UMKM serta seniman lokal dari berbagai daerah, membantu memasarkan beragam kerajinan tangan mulai dari tekstil, kayu, hingga keramik. Komitmen terhadap pemberdayaan masyarakat ini telah diakui pemerintah melalui penghargaan Upakarti sejak 1985.

Perjalanan hampir satu abad Batik Keris memberikan pelajaran berharga bagi industri kreatif nasional. Digitalisasi dan teknologi, jika disikapi dengan strategi yang tepat, bukanlah ancaman bagi tradisi. Justru, keduanya bisa menjadi instrumen ampuh untuk melestarikan identitas budaya, membuatnya tetap relevan, hidup dalam keseharian, dan kompetitif di panggung yang lebih global.

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar