Rabu kemarin, suasana di sejumlah panti asuhan di Makassar dan sekitarnya tampak berbeda. Ada bantuan sembako yang disalurkan oleh Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPP KKSS). Kegiatan yang berlangsung pada 25 Maret 2026 ini bukan sekadar bagi-bagi paket sembako biasa, tapi bagian dari gelaran Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) yang ke-XXVI tahun ini.
Menurut mereka, ini adalah wujud kepedulian. Khususnya untuk anak-anak yatim piatu. Di sisi lain, kegiatan sosial semacam ini juga diharapkan bisa memperkuat rasa kebersamaan, yang katanya jadi semangat utama dari PSBM itu sendiri.
Bantuan yang dibagikan itu merupakan kontribusi dari Ketua Umum BPP KKSS. Di lapangan, penyalurannya diwakili oleh Ketua Harian, Prof. Andi Muhammad Syakir. Beliaulah yang turun langsung menyerahkan bantuan ke pihak panti.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen KKSS untuk tidak hanya menghadirkan forum silaturahmi dan jejaring usaha, tetapi juga berbagi dan peduli terhadap masyarakat,” ujar Prof. Syakir.
Ia juga memberi bocoran. Rupanya, ini baru awal. Puncak rangkaian kegiatan sosialnya baru akan digelar Jumat, 27 Maret 2026 mendatang.
“Akan kami gelar di pelataran Masjid Andi Nurhadi. Rencananya, kami akan menghadirkan sekitar 1.000 anak yatim,” tambahnya.
Harapannya jelas. Semoga semua ini bisa memberi manfaat yang benar-benar terasa. Sekaligus jadi momentum untuk mengeratkan lagi kepedulian sosial di tengah masyarakat yang kadang mulai luntur.
Jadi, PSBM tahun ini memang tak cuma fokus pada urusan ekonomi atau jaringan bisnis antar saudagar. Ada warna lain yang coba dihadirkan, yaitu nilai-nilai kemanusiaan lewat program sosial yang menyentuh langsung. Dengan cara ini, BPP KKSS berharap peran organisasinya makin kuat dalam membangun solidaritas dan memberikan kontribusi nyata. Bukan cuma wacana.
Artikel Terkait
Polda Jatim Ungkap 3.157 Kasus Narkoba dalam Enam Bulan, Sita 22 Kg Kokain dari Jaringan Internasional
Residivis Bebas Bersyarat Kembali Ditangkap usai Perkosa Mahasiswi di Kulonprogo
Pria Nekat Panjat Tower 52 Meter di Bandar Lampung, Dievakuasi Usai Negosiasi 2 Jam
Mahfud MD Soroti Penahanan Roy Suryo dan dr. Tifa: Publik Pertanyakan Eksekusi Vonis yang Tak Jalan