Netanyahu balik menuding. Menurutnya, Barak aktif baik secara terbuka maupun dari balik layar memicu demonstrasi besar dan kekacauan politik. Tuduhan ini muncul di saat yang genting bagi Netanyahu sendiri, yang tengah menghadapi tekanan berat akibat kasus korupsi dan kritik luas atas kebijakan dalam negerinya.
Lalu, bagaimana sebenarnya kaitan Barak dengan Epstein? Dari dokumen yang bocor, terungkap pertemuan mereka berlangsung beberapa kali pada 2015 dan 2016. Itu sudah bertahun-tahun setelah Epstein pertama kali dihukum atas kejahatan seksual.
Foto-foto Barak memasuki rumah Epstein di Manhattan sempat beredar dan memicu banyak pertanyaan. Barak sendiri selalu membantah terlibat dalam aktivitas ilegal apa pun.
Di sisi lain, pada pertengahan 2025 lalu, Barak justru ikut menandatangani petisi bersama ribuan tenaga medis Israel. Petisi itu mendesak pemerintah agar mengutamakan pembebasan sandera, bahkan jika harus menghentikan perang. Sebuah langkah yang kembali menunjukkan betapa tajamnya perbedaan pandangan dengan Netanyahu.
Skandal Epstein, di luar hiruk-pikuk globalnya, ternyata menyiram bensin pada api lama di Israel. Ia mengubah dokumen hukum menjadi amunisi politik, dalam sebuah persaingan yang tampaknya tak akan padam dalam waktu dekat.
Artikel Terkait
Menkeu Tegaskan Indonesia Belum dalam Kondisi Darurat Energi
Indonesia Bawa Agenda Prioritas ke Konferensi Tingkat Menteri WTO di Kamerun
Menkeu Purbaya Bantah Isu Resesi, Sebut Analisis Ekonom Tak Berdasar
Kemensos Pangkas Anggaran Non-Prioritas, Bansos dan Penanganan Bencana Tetap Berjalan