Gara-gara isu krisis global yang bikin harga BBM naik, Pemerintah Kota Mataram di NTB lagi cari cara buat hemat. Nah, salah satu ide yang lagi digodok itu cukup unik: mewajibkan pegawainya, terutama para pejabat, untuk naik sepeda kayuh atau gowes ke kantor. Bayangin aja, para eselon bersepeda di jalanan Mataram.
Menurut Sekda Kota Mataram, Lalu Alwan Basri, rencana ini masih dalam tahap kajian. Mereka nunggu petunjuk teknis dari pusat dulu, terutama yang terkait rencana kerja dari rumah atau WFH.
"Kami lagi mengkaji (WFH dari pusat) itu, kami menunggu SOP-nya," kata Alwan, Rabu lalu.
Alasan mereka sederhana. Karakteristik kota Mataram sendiri dianggap mendukung. Jarak antar kantor pemerintahan di sana relatif dekat-dekat. Jadi, buat urusan dinas dalam kota, bersepeda kayaknya bukan hal yang mustahil.
"Bersepeda, tapi (penggunaanya) di hari-hari tertentu," jelasnya.
Ia menambahkan, begitu ada keputusan final soal WFH dari Jakarta, Wali Kota langsung akan ambil langkah. Kebijakannya adalah mewajibkan pejabat eselon 2, 3, dan 4 untuk bersepeda dari rumah menuju kantor.
Namun begitu, belum semua detailnya jelas. Pemkot masih hitung-hitungan juga soal radius jarak tempuh yang masuk akal untuk diterapkan. Semua ini akan diselaraskan dengan pola kerja WFH nantinya, jika memang resmi diberlakukan. Jadi, tunggu aja kelanjutannya.
Artikel Terkait
Polisi Bongkar Markas Judi Online Terbesar, 321 WNA Diamankan di Jakarta Barat
Mardani Ali Sera Kritik Sikap PDIP yang Tolak RUU Pemilu Jadi Inisiatif Pemerintah
Polri Bekuk 321 WNA Pelaku Judi Online di Markas Tersembunyi Hayam Wuruk
Brimob dan Polsek Pamulang Amankan Remaja yang Hendak Balap Liar di Jalan Kemiri