Kemenag Siapkan Rukyat Hilal di 96 Titik untuk Tentukan Awal Ramadan 2026

- Jumat, 06 Februari 2026 | 14:35 WIB
Kemenag Siapkan Rukyat Hilal di 96 Titik untuk Tentukan Awal Ramadan 2026

Dengan parameter visibilitas hilal yang umum digunakan, seperti kriteria MABIMS, kondisi tersebut secara teoritis menunjukkan bahwa bulan sabit baru akan sangat sulit, jika bukan mustahil, untuk diamati. Namun, perhitungan ini tetap perlu diverifikasi melalui pengamatan langsung di lapangan.

Jaringan Pengamatan Nasional di 96 Titik

Untuk tujuan verifikasi itulah, Kemenag mengerahkan sumber dayanya. Rukyatul hilal akan dilaksanakan di 96 lokasi yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Pengamatan ini dikoordinasi oleh Kantor Wilayah Kemenag provinsi dan kabupaten/kota, bekerja sama dengan Pengadilan Agama setempat, berbagai ormas Islam, serta instansi terkait lainnya. Hasil laporan dari setiap titik pengamatan inilah yang akan memberikan gambaran riil kondisi langit barat saat matahari terbenam.

Abu Rokhmad menambahkan bahwa proses ini akan diakhiri dengan pengumuman resmi.

“Hasil hisab dan rukyat akan kami bahas bersama. Keputusan akhir disampaikan kepada masyarakat agar menjadi pedoman bersama umat Islam di Indonesia,” ungkapnya.

Dengan mekanisme yang melibatkan banyak pihak ini, sidang isbat tidak hanya mencerminkan kebersamaan, tetapi juga upaya untuk menghasilkan keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan diterima secara luas, sehingga pelaksanaan ibadah Ramadan dapat dilakukan secara serentak oleh umat Islam Indonesia.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar